Indonesia Tegaskan Komitmen Penguatan BRICS

2 days ago 2
Indonesia Tegaskan Komitmen Penguatan BRICS Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri pertemuan BRICS.(Antara)

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menyampaikan bahwa para menteri perdagangan negara-negara anggota BRICS telah menyetujui sebagian besar substansi dalam Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers' Meeting/TMM). Meski demikian, pernyataan bersama (joint statement) dalam pertemuan tersebut belum tercapai.

Dalam sesi penutupan BRICS TMM yang berlangsung di Jaipur, India, Jumat (7/8), Mendag Budi menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang adil, inklusif, terbuka, transparan, dan berbasis aturan.

"Indonesia mendukung penuh berbagai inisiatif konkret BRICS yang memperkuat perdagangan, mulai dari memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, membangun nilai pasok yang lebih tangguh, serta mendorong transformasi digital. Hal ini penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujar Mendag Budi dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (9/8).

Pertemuan BRICS TMM kali ini memfokuskan pembahasan pada empat poin utama:

  1. Penguatan Sistem Multilateral: Komitmen memperkuat sistem perdagangan multilateral dengan WTO sebagai inti, menempatkan pembangunan sebagai fokus utama, memastikan perlakuan khusus bagi negara berkembang, serta memulihkan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat.
  2. Internasionalisasi UMKM: Upaya meningkatkan akses pembiayaan perdagangan bagi UMKM, termasuk prinsip panduan penilaian kredit dan Jaipur Consensus untuk mengkaji mekanisme invoice discounting BRICS.
  3. Rantai Nilai Global (GVC): Implementasi Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains untuk menciptakan rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan melalui digitalisasi dokumen serta penguatan kawasan ekonomi khusus.
  4. Perdagangan Digital: Kesepakatan BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders guna mendorong perdagangan jasa digital lintas batas dan meningkatkan keterampilan digital di negara berkembang.

Mendag Budi menilai, di tengah meningkatnya tantangan global, anggota BRICS perlu memperkuat kerja sama ekonomi konkret demi menjaga stabilitas perdagangan internasional.

"Indonesia menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan (rules-based) melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif. BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |