Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan(Dok BI DKI Jakarta)
INFLASI Provinsi DKI Jakarta pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,15% (month-to-month/mtm), tetap terkendali dan menjadi yang terendah di Pulau Jawa. Secara tahunan, inflasi Jakarta mencapai 2,71% (year-on-year/yoy), berada di bawah rata-rata inflasi nasional yang sebesar 3,19% (yoy).
Perkembangan ini berbalik dari bulan sebelumnya yang sempat mengalami deflasi sebesar 0,15% (mtm). Kenaikan harga terutama dipicu oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (0,81% mtm), kelompok Kesehatan (0,28% mtm), serta kelompok Pendidikan (0,22% mtm) seiring dimulainya tahun ajaran baru.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa dinamika inflasi Agustus didorong oleh kombinasi faktor musim ajaran baru dan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan.
"Inflasi DKI Jakarta pada Agustus 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, kelompok Kesehatan, serta kelompok Pendidikan seiring tahun ajaran baru. Namun, tekanan inflasi yang lebih dalam berhasil tertahan oleh penurunan harga pada kelompok Transportasi," kata Iwan Setiawan.
Penyumbang utama inflasi pangan berasal dari kenaikan harga daging ayam ras, kacang panjang, dan buncis, yang mencatat lonjakan bulanan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan harga daging ayam dipengaruhi tingginya biaya pakan ternak dan day old chick (DOC), ditambah meningkatnya permintaan pascalibur sekolah dan perayaan HUT RI.
Meski demikian, tekanan inflasi tertahan oleh deflasi sektor Transportasi sebesar 0,45% (mtm). Penurunan tarif angkutan udara akibat penurunan fuel surcharge dan harga avtur serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo turut meredakan laju inflasi ibu kota.
Menghadapi potensi risiko ke depan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta mengintensifkan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif), mulai dari Program Pangan Bersubsidi hingga optimalisasi distribusi pangan BUMD.
"Ke depan, kami bersama TPID DKI Jakarta terus memperkuat implementasi strategi 4K untuk memitigasi risiko inflasi, baik dari ketidakpastian geopolitik global maupun tantangan puncak musim kemarau di daerah sentra produksi. Sinergi ini krusial agar inflasi Jakarta tetap terjaga pada kisaran sasaran 2,5±1% hingga akhir 2026," ujar Iwan. (E-4)


















































