Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS.(Xinhua)
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mendesak Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi seluruh ketentuan yang tertuang dalam nota kesepahaman terkait upaya penyelesaian konflik kedua negara. Penegasan ini disampaikan Ghalibaf di Teheran pada Senin (24/8), seraya menyatakan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan ekonomi yang diberikan Washington.
Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai ketua tim negosiator Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir. Pakistan diketahui bertindak sebagai mediator dalam upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat.
"Kami sedang berupaya untuk menerapkan ketentuan memorandum dan Amerikalah yang harus mematuhi kewajibannya berdasarkan memorandum tersebut," tulis Ghalibaf melalui saluran Telegram resminya.
Hambatan Stabilitas Kawasan
Menurut Ghalibaf, kegagalan AS dalam mengimplementasikan poin-poin kesepakatan menjadi faktor utama yang menghambat stabilitas di kawasan Timur Tengah. Ia menilai sikap AS tersebut memicu ketidakpercayaan yang mendalam dari pihak Iran maupun komunitas internasional terhadap komitmen Washington.
Meskipun AS terus meningkatkan tekanan ekonomi untuk menciptakan kesulitan keuangan bagi Teheran, Ghalibaf menegaskan bahwa strategi tersebut tidak akan membuahkan hasil. "Tekanan tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap Iran," tambahnya.
Konteks Konflik Iran-AS
Hubungan kedua negara sempat menunjukkan titik terang saat penandatanganan nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, situasi kembali memanas setelah kedua belah pihak sempat saling melancarkan serangan militer tak lama setelah kesepakatan dibuat.
Hingga saat ini, konflik tersebut masih belum menemui solusi permanen. Walaupun aksi permusuhan fisik secara langsung telah mereda, AS memilih untuk memperketat sanksi ekonomi sebagai instrumen tekanan politik guna memaksa Iran mengakhiri konflik sesuai dengan syarat-syarat yang diinginkan Washington.
| Tokoh Utama | Mohammad Bagher Ghalibaf (Ketua Parlemen & Negosiator Iran) |
| Mediator | Asim Munir (Kepala Staf AD Pakistan) |
| Tuntutan Iran | AS wajib mematuhi kewajiban dalam nota kesepahaman penyelesaian konflik. |
| Posisi Iran | Menolak menyerah pada tekanan ekonomi dan sanksi keuangan AS. |
| Dampak Kegagalan AS | Ketidakpercayaan diplomatik dan instabilitas kawasan. |
Sementara itu, upaya mediasi oleh Pakistan diharapkan dapat meredakan ketegangan yang masih menyelimuti hubungan kedua negara. (Sputnik/Ant/I-1)


















































