Iran memperingatkan blokade angkatan laut Amerika Serikat dapat dianggap sebagai perluasan perang, di tengah meningkatnya ketegangan militer kedua negara.(AFP)
KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan upaya Washington memberlakukan blokade angkatan laut akan dipandang sebagai eskalasi konflik di kawasan. Peringatan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya di tengah meningkatnya aktivitas militer kedua negara.
Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Fars, Senin (27/7), komando militer Iran menuduh Amerika Serikat mengancam kapal-kapal Iran, kapal dagang, serta kapal tanker minyak yang beroperasi di perairan pesisir dan wilayah teritorial Iran selama tiga hari terakhir.
"Tindakan AS ini akan dianggap sebagai perluasan perang di kawasan tersebut," demikian peringatan yang disampaikan markas militer Iran.
Komando tersebut juga menegaskan angkatan bersenjata Iran tidak akan tinggal diam apabila menghadapi ancaman atau tindakan militer dari Amerika Serikat.
"Seperti yang telah ditunjukkan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran di medan perang, mereka tidak akan membiarkan ancaman atau tindakan permusuhan apa pun oleh militer teroris negara itu tanpa tanggapan dan akan menghadapinya," kata komando tersebut.
Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan sepenuhnya.
Dalam keterangannya, CENTCOM mengungkapkan bahwa hingga 25 Juli, pasukan AS telah mengalihkan 12 kapal komersial yang berupaya melintasi blokade, melumpuhkan dua kapal yang tidak mematuhi prosedur, serta menaiki dua kapal lainnya untuk melakukan pemeriksaan kepatuhan.
Situasi ini menambah panjang daftar ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir.
Amerika Serikat terus melancarkan operasi militer terhadap Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan fasilitas dan aset militer AS di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Kedua pihak hingga kini masih mempertahankan sikap keras yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional. (Anadolu/Z-2)


















































