ISPA Jadi Penyakit Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Tercatat 3.721 Kasus

4 weeks ago 15
ISPA Jadi Penyakit Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Tercatat 3.721 Kasus Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjenguk pasien Puskesmas Riung yang diungsikan di halaman Gedung setelah gempa, beberapa waktu lalu.(Dok BNPB)

INFESI Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga di tengah pengungsian akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Minggu (23/8) pukul 16.00 WIB, tercatat 3.721 kasus ISPA di wilayah terdampak gempa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan data tersebut berdasarkan laporan yang diterima dari Kementerian Kesehatan. 
"Kami mendapat laporan dari Kementerian Kesehatan bahwa kejadian penyakit tertinggi yang dilaporkan adalah ISPA, sebanyak 3.721 kasus," kata Berton dalam jumpa pers daring. 

Selain ISPA, Kementerian Kesehatan juga mencatat 15 kasus gigitan hewan penular rabies di wilayah terdampak. Kasus tersebut dilaporkan berasal dari Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur.

Menurutnya, di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, sebanyak 11.106 tenaga kesehatan kini bertugas di sejumlah wilayah terdampak gempa. Jumlah tersebut terdiri atas 134 dokter, 5.306 perawat, 3.974 bidan, dan 1.647 tenaga kesehatan lainnya.

Namun, kebutuhan tambahan tenaga medis masih ada. Saat ini dibutuhkan 133 tenaga kesehatan, termasuk 63 dokter umum, sejumlah dokter spesialis, perawat umum, perawat ortopedi, perawat anestesi, serta apoteker.  

Sebanyak 101 puskesmas sudah beroperasi penuh, 49 puskesmas masih beroperasi sebagian, sementara 19 lainnya belum dapat memberikan pelayanan. Untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan, BNPB membantu mendirikan tenda berukuran 6 x 12 meter yang digunakan sebagai fasilitas kesehatan dan puskesmas sementara.

"Total puskesmas terdampak akibat gempa bumi ini sebanyak 169 unit, dengan rincian 101 telah beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum beroperasi," jelas Berton.

Sementara itu, di Kabupaten Sikka, delapan tenda telah didirikan di delapan titik. Sementara di Kabupaten Manggarai terdapat 12 tenda, dengan empat di antaranya digunakan untuk mendukung pelayanan rumah sakit umum.

Pemerintah terus melakukan penanganan kesehatan bagi warga terdampak, terutama para pengungsi yang masih berada di lokasi-lokasi pengungsian. (PO/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |