Israel Setujui Pasukan Internasional ISF ke Gaza dalam Rencana Trump

1 hour ago 6
Israel Setujui Pasukan Internasional ISF ke Gaza dalam Rencana Trump Warga Gaza.(Al Jazeera)

KABINET Keamanan Israel secara resmi menyetujui rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) ke Jalur Gaza, Palestina. Langkah ini merupakan bagian dari skema administrasi pascakonflik yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Keputusan strategis ini diambil di tengah dinamika internal pemerintahan Israel yang diwarnai perbedaan pandangan tajam. Laporan media berbahasa Ibrani, Israel Hayom, menyebutkan bahwa kabinet memberikan lampu hijau bagi pembentukan pasukan multinasional tersebut untuk ditempatkan di wilayah kantong Palestina itu.

Penolakan Keras dari Itamar Ben Gvir

Meskipun disetujui kabinet, rencana ini mendapat penolakan keras dari Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir. Ia menilai pengerahan ISF prematur karena Hamas dianggap belum memenuhi syarat pelucutan senjata.

"Hamas belum memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Jalur Gaza. Oleh karena itu kita juga tidak berkewajiban untuk melakukannya," tegas Ben Gvir dalam pernyataannya kepada Yedioth Ahronoth.

Selain menentang kehadiran pasukan internasional, Ben Gvir kembali menyuarakan agenda kontroversialnya untuk mendorong emigrasi warga Gaza ke luar wilayah tersebut.

Dukungan Diplomatik Gideon Saar

Berseberangan dengan Ben Gvir, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan dukungannya terhadap keputusan kabinet. Saar menekankan pentingnya Israel untuk tidak menghalangi inisiatif global yang sedang disusun.

"Ini rencana internasional dan kita mungkin tidak berhasil dalam hal ini, tetapi kita seharusnya tidak menjadi pihak yang menyabotase rencana tersebut," ujar Saar sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Selasa (28/7).

Peran dan Markas Besar ISF di Gaza

Persetujuan kabinet ini juga mencakup pengesahan pembangunan markas besar ISF yang akan berlokasi di dekat Kota Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza. Berdasarkan kerangka kerja yang diusulkan Donald Trump, ISF akan menjadi satu dari empat badan utama yang mengelola administrasi sementara Gaza setelah konflik berakhir.

Beberapa fungsi utama ISF meliputi:

  • Melatih kepolisian Palestina melalui koordinasi dengan mitra regional seperti Yordania dan Mesir.
  • Mengawasi pembangunan kembali fasilitas kesehatan yang hancur.
  • Memperbaiki infrastruktur vital di seluruh Jalur Gaza.
  • Mendukung upaya stabilisasi dan pemulihan kondisi sosial-ekonomi pascakonflik.

Catatan Redaksi: Rencana ini merupakan bagian dari visi administrasi Trump untuk menciptakan stabilitas baru di Timur Tengah melalui keterlibatan aktif pasukan multinasional dalam pengawasan keamanan di Gaza. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |