Istana Tegaskan Presiden Prabowo tak Intervensi OTT Pejabat ATR/BPN

4 days ago 3
Istana Tegaskan Presiden Prabowo tak Intervensi OTT Pejabat ATR/BPN WAKIL Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto.(Dok. Metro TV)

WAKIL Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan melakukan intervensi atau ikut campur dalam proses hukum terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Bambang memastikan bahwa Presiden selalu memegang prinsip untuk menyerahkan sepenuhnya segala urusan hukum kepada aparat penegak hukum apabila terdapat pejabat negara yang terjerat masalah hukum.

"Jadi beliau tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu," ujar Bambang saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9).

Ia juga meminta publik untuk bersabar dan menunggu hasil penyidikan resmi dari KPK mengenai penetapan tersangka dalam kasus tersebut. Terkait isu yang menyeret nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Bambang menekankan bahwa hal tersebut saat ini masih sebatas dugaan.

"Kita tunggu saja dari KPK ya," tambahnya singkat.

Dugaan Keterlibatan Orang Kepercayaan Menteri

Sebelumnya, KPK telah mengidentifikasi delapan tersangka dalam kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan identitas keempat orang tersebut dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (15/9). Mereka adalah:

  • Arif Sugiyanto (ARF): Mantan Bupati Kebumen.
  • Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq (FEZ): Ketua DPP Partai Golkar.
  • Erwin (ERW): Pihak swasta yang diduga sebagai orang kepercayaan menteri.
  • Muhammad Fakhry (MF): Pihak swasta yang juga diduga sebagai orang kepercayaan menteri.

“ERW selaku pihak swasta yang diduga sebagai orang kepercayaan menteri, dan terakhir MF selaku pihak swasta yang diduga juga sebagai orang kepercayaan menteri,” jelas Taufik.

Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami peran masing-masing tersangka dan keterkaitan mereka dalam skema dugaan suap yang terjadi di kementerian tersebut. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |