Jakarta Bidik Operasional 10.000 Bus Elektrik pada 2030

7 hours ago 1
Jakarta Bidik Operasional 10.000 Bus Elektrik pada 2030 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan 10.000 bus elektrik beroperasi pada 2030.(Dok. Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan sebanyak 10.000 unit bus elektrik beroperasi di Jakarta pada tahun 2030. Langkah ambisius ini diambil sebagai upaya nyata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menekan emisi karbon dan mengatasi polusi udara di ibu kota.

Pramono menjelaskan bahwa saat ini jumlah bus elektrik yang beroperasi baru mencapai sekitar 500 unit. Dengan target tersebut, akan terjadi peningkatan signifikan dalam penyediaan transportasi publik ramah lingkungan dalam kurun waktu empat tahun ke depan.

“Di Jakarta, saya menargetkan di tahun 2030, yang sekarang ini pada saat saya bicara, ini kurang lebih 500 bus elektrik, saya menargetkan di 2030 adalah 10.000 lebih bus elektrik,” ungkap Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Lebih lanjut, Pramono merinci bahwa armada yang disiapkan tidak hanya terbatas pada bus listrik berbasis baterai. Pemerintah juga akan mengintegrasikan bus bertenaga hidrogen dan teknologi hibrida ke dalam sistem transportasi publik Jakarta.

Melalui kebijakan ini, Pramono berharap dapat membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang memiliki visi serupa dalam menurunkan emisi. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Selain dampak positif bagi lingkungan, transisi ke bus listrik juga memberikan keuntungan ekonomi yang besar. Berdasarkan data TransJakarta, satu unit bus listrik berpotensi menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah hingga Rp302 juta per tahun.

Jika dihitung dalam jangka panjang, penghematan biaya operasional selama 5,5 tahun per unit dapat menyentuh angka Rp3,9 miliar. Nilai penghematan tersebut setara dengan harga satu unit bus listrik baru berukuran 12 meter.

Efisiensi ini dihitung berdasarkan selisih harga solar subsidi dengan BBM komersial, serta keunggulan operasional bus listrik dibandingkan bus berbahan bakar minyak (Internal Combustion Engine/ICE). Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan fiskal melalui pengurangan beban subsidi energi. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |