
Oleh: Fernan Rahadi, jurnalis Republika.co.id, langsung dari Madinah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH –Memasuki hari ke-12 operasional penyelenggaraan haji 1447 Hijriyah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 3 Daker Madinah terus memastikan kelancaran kedatangan jamaah, khususnya dengan mengedepankan prinsip Haji Ramah Lansia dan Disabilitas.
Kepala Sektor (Kasektor) 3 Daker Madinah, Irfan Darmawansyah, menjelaskan bahwa proses kedatangan jemaah seperti kloter SOC 31 berjalan teratur dan memprioritaskan mereka yang membutuhkan bantuan fisik.
"Jamaah diturunkan itu kita prioritaskan jamaahnya yang risti tinggi, yang membutuhkan kursi roda atau yang perlu dibantu itu kami turunkan lebih dahulu daripada jamaah lainnya," ujar Irfan.
Dalam melayani jamaah agar mencapai kelancaran ibadah menuju Sukses Ritual sesuai visi Tri Sukses Haji, para petugas menghadapi dinamika jadwal kedatangan yang saling berdekatan.
Kepadatan ini senantiasa dikelola secara terukur dengan manajemen waktu yang baik agar pelayanan tetap optimal dan tidak ada jamaah yang terlantar.
"Kalau untuk pelayanannya kami alhamdulillah tidak ada masalah. Cuman yang tantangannya itu kedatangan itu berdekatan waktunya, tapi karena kita pengaturan jadwal tim untuk bergantian, tantangan itu bisa kami atasi dengan baik," kata Irfan.
Pola kerja petugas dibagi secara sif untuk menjaga kebugaran jasmani mereka, mengingat Daker Madinah juga telah menjamin asupan nutrisi ekstra bagi para petugas di lapangan.
Pembagian tim ini akan terus dievaluasi karena dalam waktu dekat akan ada peningkatan jumlah kloter yang tiba bersamaan dengan proses pendorongan jemaah ke Makkah.
"Untuk ke depan ini karena di tanggal 3 dan 4, 5 itu sekitar 13 kloter dalam 2 hari, kita mungkin akan pecah menjadi 4 tim," ungkap Irfan menambahkan.
PPIH Kementerian Haji dan Umrah RI juga terus memberikan edukasi kepada jemaah yang seringkali karena tingginya antusiasme, langsung menuju Masjid Nabawi tanpa mengenali orientasi hotel tempat mereka menginap.
Meski diimbau untuk selalu membawa kartu identitas dan mengingat lokasi hotel, jamaah dijamin rasa amannya karena petugas selalu bersiaga penuh di berbagai titik untuk mengawal dan mengarahkan jamaah.
"Karena saking antusiasnya mereka, pertama datang pun masuk kamar langsung pergi ke Masjid Nabawi. Tapi alhamdulillahnya di Madinah ini kan petugas PPIH-nya banyak, jadi semua saling bantu membantu untuk bila jamaah tersesat," pesan Irfan mengingatkan.

3 hours ago
1















































