Jamaah Muhammadiyah di Jakarta Timur Tekankan Toleransi saat Shalat Idul Fitri

6 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Jamaah Muhammadiyah menggelar Shalat Idul Fitri di Masjid Baitusy Syifa, RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, Jumat pagi. Pelaksanaan ini menekankan nilai toleransi di tengah perbedaan penentuan awal Syawal.

Salah satu jamaah, Fakhri (33), menekankan bahwa perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Idul Fitri, bukanlah persoalan besar yang perlu diperdebatkan. "Menurut saya, perbedaan menentukan awal bulan Hijriah atau lebaran itu tidak menjadi masalah besar. Kita harus saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan," ujarnya.

Fakhri mengungkapkan rasa syukurnya setelah menunaikan Shalat Idul Fitri usai menjalani ibadah puasa selama Ramadhan. "Alhamdulillah tadi sudah selesai Shalat Id, ramai banget setelah melewati bulan Ramadhan. Semoga kita diberikan kesehatan selalu sampai bertemu di bulan suci selanjutnya," tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh jamaah lain, Syahrul (26), yang menilai perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri merupakan hal lumrah dan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. "Menurut saya, perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri ini hal yang biasa dan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat," katanya.

Dia menambahkan bahwa Idul Fitri seharusnya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri oleh Muhammadiyah yang lebih awal dari pemerintah merupakan bagian dari dinamika penentuan kalender Hijriah di Indonesia.

Antusiasme warga terlihat dari membludaknya jumlah jamaah hingga meluber ke area luar masjid. Jamaah memenuhi area dalam masjid hingga halaman, bahkan saf salat diperluas hingga ke trotoar dan sebagian badan jalan di sekitar lokasi. Mereka mengenakan pakaian terbaik dan membawa perlengkapan ibadah seperti sajadah.

Khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri tersebut diisi oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga, Irwan Akib. Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan tampak jelas dengan gema takbir berkumandang menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Panitia dan aparat setempat turut mengatur jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan lancar, termasuk pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |