ilustrasi(Magnific)
VITAMIN K mungkin tidak sepopuler vitamin C atau D dalam perbincangan harian mengenai kesehatan. Kendati demikian, nutrisi larut lemak ini memegang kendali vital atas sistem pembekuan darah, kekuatan struktur tulang, hingga pencegahan pengapuran pada dinding pembuluh darah arteri.
Data medis menunjukkan bahwa sebagian orang dewasa berisiko mengalami insufisiensi atau kekurangan vitamin K akibat pola makan yang kurang seimbang maupun faktor gangguan penyerapan tubuh.
Empat Tanda Utama Kekurangan Vitamin K
Pakar nutrisi memetakan empat gejala senyap yang kerap menjadi indikator bahwa tubuh Anda kekurangan asupan vitamin K:
- Sistem Pembekuan Darah Terganggu: Jika luka gores kecil memerlukan waktu lama untuk berhenti berdarah, atau Anda sering mengalami mimisan spontan, gusi berdarah, serta menstruasi berlebihan, hal ini menandakan sintesis protein protrombin terhambat akibat defisiensi vitamin K1.
- Penurunan Kepadatan Tulang: Kurangnya asupan vitamin K dikaitkan langsung dengan rendahnya massa mineral tulang, yang dalam jangka panjang memicu risiko keropos atau fraktur panggul.
- Kalsifikasi Arteri Jantung: Rendahnya kadar vitamin K membuat kalsium salah arah, mengendap di jaringan lunak seperti arteri alih-alih memperkuat tulang. Kondisi ini meningkatkan risiko kalsifikasi vaskular dan penyakit jantung koroner.
- Risiko Gangguan Sendi (Artritis): Kekurangan mineral pada tulang rawan akibat minimnya suplai vitamin K berpotensi memicu gejala dini osteoartritis.
Faktor Risiko dan Kelompok Rentan
Selain pola makan yang kurang mengonsumsi sayuran hijau berdaun gelap, hati hewan, atau produk fermentasi seperti natto, defisiensi vitamin K juga kerap dipicu oleh gangguan saluran pencernaan (seperti penyakit Celiac dan IBD), penggunaan antibiotik jangka panjang, serta konsumsi obat penurun kolesterol tertentu.
Bagi bayi baru lahir, risiko kekurangan vitamin K sangat tinggi karena minimnya transfer plasenta dan sterilnya saluran cerna, sehingga pemberian suplemen vitamin K dini pascakelahiran menjadi prosedur medis standar untuk mencegah pendarahan fatal (VKDB). Konsultasikan selalu dengan tenaga medis profesional jika Anda mencurigai adanya gangguan penyerapan nutrisi di dalam tubuh.
(Thehealthy/P-4)


















































