Gelaran Jateng Bersholawat, Minggu (23/8) malam.(Dok.Istimewa)
RIBUAN warga memadati halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dalam gelaran Jateng Bersholawat, Minggu (23/8) malam. Kegiatan tersebut menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Tak hanya menjadi momentum peringatan, Jateng Bersholawat juga menjadi ajang solidaritas untuk mendoakan korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan berbagai daerah di Indonesia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat mendoakan para korban agar diberi kekuatan dan segera pulih dari dampak bencana.
“Semoga saudara-saudara kita dikuatkan dan segera recovery (pulih) dari bencana, termasuk Jawa Tengah agar dijauhkan dari bencana,” kata Luthfi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama membangun Jawa Tengah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Luthfi mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan selama sekitar 1,6 tahun memimpin Jawa Tengah bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Keduanya, lanjut dia, juga memiliki tanggung jawab meneruskan kerja-kerja 15 gubernur sebelumnya.
Karena itu, Luthfi membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan saran dan kritik. Masukan tersebut, kata dia, akan menjadi pelecut untuk menghadirkan pembangunan Jawa Tengah yang lebih baik.
Mubalig Wijayanto mengapresiasi Pemprov Jateng yang memilih selawatan sebagai bagian dari peringatan hari jadi provinsi.
“Tema besarnya juga luar biasa, gumregut nyawiji, artinya dari Jawa Tengah kita bersatu untuk membangun Indonesia dan Jawa Tengah yang berkeadaban,” ujarnya.
Sementara itu, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf mengatakan, selawat bersama menjadi momentum untuk meneladani sifat Rasulullah SAW yang mengajarkan persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
“Dengan berselawat, kita berdoa untuk Jawa Tengah semoga masyarakatnya guyub rukun, damai, aman, dan sejahtera. Semoga apa yang belum tercapai di bawah kepemimpinan Pak Luthfi dan Gus Yasin, bisa dimudahkan dan dilancarkan. Kita juga berdoa untuk saudara kita di NTT dan seluruh daerah di Indonesia,” katanya.(E-2)


















































