Jelang World Rabies Day 2026, Gubernur Koster Perkuat Kolaborasi Penanggulangan Rabies di Bali

6 days ago 3
Jelang World Rabies Day 2026, Gubernur Koster Perkuat Kolaborasi Penanggulangan Rabies di Bali Ilustrasi(Dok Pemprov Bali)

 Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar. Pertemuan strategis ini membahas penguatan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penanganan dan penanggulangan rabies di Pulau Dewata.

Dalam audiensi tersebut, PDHI Cabang Bali memaparkan sejumlah langkah kolaboratif yang dirancang untuk mendukung visi Bali Bebas Rabies 2030. Program kerja yang diusulkan mencakup peningkatan edukasi masyarakat secara masif, perluasan cakupan vaksinasi pada Hewan Penular Rabies (HPR), hingga pengendalian populasi hewan liar melalui program sterilisasi yang manusiawi.

Gubernur Koster menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa penanggulangan rabies tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau tenaga kesehatan hewan semata. Menurutnya, kesadaran dan tanggung jawab kolektif, terutama dari para pemilik hewan peliharaan, menjadi kunci utama.

“Masyarakat perlu memahami bahwa memelihara hewan bukan sekadar memberi makan, tetapi juga memastikan kesehatan, rutin memberikan vaksinasi, mengendalikan reproduksi, serta menjaga keamanan hewan agar tidak berisiko bagi lingkungan,” tegas Koster.

World Rabies Day 2026 di Denpasar

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik, Gubernur Koster menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan World Rabies Day (WRD) 2026. Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan sekaligus memahami bahaya rabies.

Puncak peringatan World Rabies Day 2026 rencananya akan digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menarik minat masyarakat, di antaranya:

  • Sterilisasi gratis untuk anjing liar.
  • Vaksinasi rabies gratis.
  • Pet Fun Walk dan Lomba Anjing Sehat.
  • Lomba Makan untuk Anjing.
  • Berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Imbauan Penanganan Gigitan

Koster juga mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kasus gigitan anjing atau HPR lainnya. Jika terjadi gigitan, korban diminta segera mencari pertolongan medis dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

“Kesadaran masyarakat dalam mengenali risiko dan mengambil tindakan cepat adalah kunci mencegah jatuhnya korban jiwa akibat rabies,” tambahnya.

Di sisi lain, para pemilik anjing di Bali diharapkan berkomitmen untuk tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas di jalanan serta rutin melakukan sterilisasi. Sinergi antara pemerintah, PDHI, komunitas pencinta hewan, dan masyarakat luas diharapkan mampu menciptakan sistem penanganan yang terintegrasi demi keamanan dan kenyamanan seluruh warga Bali.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |