Jembatan Dampek rusak akibat gempa magnitude 7,7, Sabtu (15/8).(MI/Dok Humas Pemprov NTT)
AKSES transportasi yang menghubungkan tiga wilayah penting di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan segera pulih. Jembatan Dampek yang sempat lumpuh total akibat gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8), ditargetkan kembali dapat dilalui kendaraan pada Minggu (23/8).
Jembatan ini merupakan urat nadi pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Reo, Dampek, hingga Pota. Kerusakan utama terjadi pada bagian oprit jembatan yang mengalami retakan serius akibat guncangan gempa, sehingga sempat memutus mobilitas masyarakat di pesisir utara Flores tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, menyatakan bahwa proses perbaikan terus dikebut. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi logistik dan bantuan ke wilayah terdampak gempa tidak terhambat.
“Perbaikan retakan oprit Jembatan Dampek sudah kita laksanakan. Saat ini pekerjaan terus dipercepat dan ditargetkan pada 23 Agustus 2026 besok, jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi ini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan umum,” ujar Benyamin, Minggu (23/8).
Detail Kerusakan dan Penanganan
Upaya pemulihan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. Penanganan di lapangan melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Dinas PUPR Provinsi NTT, TNI, Polri, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
| Penyebab Kerusakan | Gempa Bumi Magnitudo 7,7 (15 Agustus) |
| Lokasi Strategis | Ruas Jalan Provinsi Reo–Dampek–Pota |
| Wilayah Terhubung | Kec. Reok (Manggarai), Kec. Lamba Leda Utara & Kec. Sambi Rampas (Manggarai Timur) |
| Jenis Kerusakan | Retakan pada bagian oprit jembatan |
| Target Operasional | Minggu, 23 Agustus 2026 |
Atensi Pemerintah Pusat dan Daerah
Percepatan perbaikan Jembatan Dampek juga menjadi prioritas setelah adanya tinjauan langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena ke lokasi terdampak. Gubernur Melki Laka Lena memberikan arahan khusus agar infrastruktur vital ini segera difungsikan kembali.
Normalisasi jembatan ini dinilai krusial, mengingat jalur pesisir utara merupakan jalur utama bagi mobilitas warga dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Dengan kembali beroperasinya Jembatan Dampek, diharapkan denyut ekonomi dan proses pemulihan pasca-gempa di wilayah Manggarai Raya dapat berjalan lebih cepat. (Z-1)


















































