Presiden ke-7 Joko Widodo menyambangi keluarga mendiang Alfonsius Albinus Mehan yang gugur akibat kejahatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.(Dok. Istimewa)
PRESIDEN ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menunjukkan kepedulian mendalam dengan menyambangi kediaman keluarga mendiang Alfonsius Albinus Mehan di Wailiti, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini dilakukan di sela-sela agenda kegiatannya di wilayah Flores.
Kehadiran Jokowi bertujuan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung sekaligus menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum. Alfonsius Albinus Mehan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang gugur dalam tugas akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan beberapa waktu lalu.
Momen Haru di Kediaman Duka
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi didampingi oleh Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. Kehadiran tokoh nasional ini disambut haru oleh istri almarhum, Tiur Hutagalung, yang tidak menyangka rumahnya akan didatangi oleh mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Saya tidak bisa berkata apa-apa. Ini sangat luar biasa. Kami tahu Pak Jokowi ke sini (Sikka) mau melihat korban gempa Flores di Palue. Tapi Bapak Jokowi sempatkan waktunya untuk lihat kami. Itu yang luar biasa," ujar Tiur dengan nada emosional.
Tiur mengaku bahwa kunjungan ini memberikan kekuatan moral yang besar bagi keluarganya yang tengah berduka. Ia merasa sangat dihargai karena di tengah jadwal yang padat, Jokowi masih memprioritaskan untuk melihat kondisi keluarga korban kejahatan KKB.
Profil Korban dan Harapan Keluarga
Almarhum Alfonsius Albinus Mehan dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi. Sebagai seorang dokter hewan, ia mengabdikan dirinya pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Namun, pengabdiannya terhenti secara tragis pada 9 September 2026.
| Nama Korban | Alfonsius Albinus Mehan |
| Profesi | ASN / Dokter Hewan (Dinas Pertanian Jayawijaya) |
| Waktu Kejadian | 9 September 2026 |
| Lokasi Kejadian | Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan |
| Penyebab | Diadang dan ditembak kelompok bersenjata (KKB) |
Selain menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan, Tiur Hutagalung menitipkan harapan besar kepada pemerintah. Ia meminta agar kasus penembakan yang menimpa suaminya di Jayawijaya dapat diselesaikan secara tuntas oleh negara.
"Harapan saya semoga ada perhatian untuk kasus di Jayawijaya. Semoga bisa diselesaikan supaya tidak ada lagi Alfons-Alfons berikutnya," tegas Tiur. (I-1)


















































