Penyerang Real Madrid Vinicius Junior(AFP/Kirill KUDRYAVTSEV)
PELATIH Real Madrid, Jose Mourinho, mengungkapkan peran krusialnya dalam meyakinkan Vinicius Jr untuk tetap bertahan di Santiago Bernabeu. Pemain asal Brasil berusia 26 tahun tersebut sebelumnya sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Primer Inggris sebelum akhirnya menandatangani kontrak baru berdurasi enam tahun awal bulan ini.
Vinicius Jr sempat memasuki 12 bulan terakhir masa kontraknya, sebuah situasi yang membuat juara Liga Primer Inggris, Arsenal, waspada akan peluang untuk merekrut salah satu pemain sayap terbaik dunia tersebut secara gratis pada musim panas mendatang. Namun, kembalinya Mourinho ke Madrid untuk periode kedua pada Juni lalu mengubah segalanya.
Pesan Mourinho untuk Vinicius Jr
Berbicara dalam acara televisi Spanyol El Chiringuito, Mourinho membagikan percakapan pribadinya yang berhasil meluluhkan hati sang pemain. Mourinho menekankan bahwa meninggalkan klub sebesar Real Madrid adalah sebuah kerugian besar yang mungkin baru disadari setelah pemain tersebut pergi.
"Vinicius telah jatuh cinta pada Real Madrid. Satu-satunya hal yang saya katakan kepadanya adalah: 'Vini, ke mana kamu ingin pergi? Kamu hanya pernah di Brasil dan kamu hanya tahu Real Madrid. Kamu baru akan memahami Real Madrid saat kamu pergi. Saat itulah kamu menyadari apa itu Real Madrid. Jangan pergi. Itu tidak sepadan'," ujar Mourinho.
Mourinho menambahkan bahwa perkembangan grup dan cara kerja tim saat ini memberikan perasaan penting bagi Vinicius untuk terus berkembang bersama Los Blancos.
Rekonsiliasi Pasca-Insiden Prestianni
Hubungan Mourinho dan Vinicius sempat berada di sisi yang berseberangan musim lalu saat Mourinho masih melatih Benfica. Dalam laga Liga Champions, terjadi insiden dugaan pelecehan rasial oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vinicius yang menyebabkan laga terhenti selama delapan menit.
Meski saat itu Mourinho membela Prestianni sebagai pemainnya, kini ia memastikan Vinicius bisa mengandalkannya. "Vini sekarang tahu di pihak mana saya berada. Dia tahu dia bisa menatap mata saya dan mengandalkan saya untuk berada di pihaknya," tegas pelatih berusia 63 tahun tersebut.
Mourinho Versi Baru: Lebih Terkendali
Kembali ke Madrid setelah 13 tahun berkelana di Manchester United, Tottenham, dan Inter Milan, Mourinho mengklaim dirinya kini lebih dewasa. Meski tetap memiliki "DNA" yang sama, ia merasa lebih mampu mengontrol emosi dibandingkan periode pertamanya (2010-2013).
"Saya jauh lebih dewasa, kurang emosional, dan lebih terkendali. Saya belajar dari pengalaman. Dalam pekerjaan sebagai pelatih, semakin banyak pengalaman dan deja vu yang Anda miliki, Anda akan menjadi lebih baik. Itu bukan berarti saya membosankan," pungkasnya. (bbc/Z-1)


















































