Jumlah Hotspot Nasional Turun jadi 567 Titik, Kemenhut Perkuat Modifikasi Cuaca

1 week ago 3
Jumlah Hotspot Nasional Turun jadi 567 Titik, Kemenhut Perkuat Modifikasi Cuaca Personel Manggala Agni di Pontianak melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lahan gambut.(Dok. Antara/Jessica W)

PEMANTAUAN melalui sistem SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (12/9/2026) malam mencatat adanya penurunan jumlah titik panas atau hotspot secara nasional. Tercatat sebanyak 567 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), berkurang 121 titik dibandingkan periode pemantauan sebelumnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengonfirmasi tren penurunan ini dalam keterangan resminya pada Minggu (13/9/2026). Ia menyebutkan bahwa langkah-langkah pengendalian terus dilakukan secara intensif di berbagai wilayah rawan.

"Berdasarkan pemantauan Sipongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu malam, 12 September 2026, terdeteksi penurunan sejumlah 121 titik. Menjadi 567 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional," ujar Ristianto, di Instagram Kemenhut, Minggu, (13/9).

Sebaran Hotspot di Provinsi Prioritas

Meskipun secara nasional mengalami penurunan, distribusi titik panas di enam provinsi prioritas menunjukkan dinamika yang beragam. Kalimantan Tengah masih mencatatkan angka tertinggi, meski menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Di enam provinsi prioritas, hotspot tertinggi masih berada di Kalimantan Tengah sebanyak 197 titik, turun dari 271 titik. Sementara Kalimantan Barat 91 titikdan Sumatra Selatan 62 titik mengalami peningkatan.

Adapun Kalimantan Selatan turun menjadi 7 titik, sementara Riau dan Jambi tidak terdeteksi hotspot high confidence selama dua hari terakhir.

Penguatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, BMKG, serta pemerintah daerah dan masyarakat terus memperkuat sinergi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.

Dalam sepekan terakhir, OMC di Kalimantan Barat telah dilaksanakan 9 sortie dengan 7.200 kg bahan semai dan estimasi hujan mencapai 87,9 juta m³. Di Kalimantan Tengah, dilakukan 7 sortie dengan 5.600 kg bahan semai dan estimasi hujan 22,9 juta m³

"Upaya ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran terkait bertindak lebih dini guna mencegah hotspot berkembang menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan," ujarnya.

Kualitas Udara dan Imbauan Masyarakat

Terkait dampak asap, kualitas udara di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini terpantau berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, Ristianto memberikan catatan khusus untuk beberapa wilayah di Sumatra dan Kalimantan yang masih mengalami kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

"Bagi masyarakat yang terdampak asap, kurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, gunakan masker, terutama bagi kelompok rentan, dan segera mencari pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan," pesannya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta menghindari aktivitas yang menggunakan api di lapangan selama musim kemarau guna mencegah munculnya titik api baru. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |