Jumlah Kasus Influenza A dan B Meningkat Drastis, Ini Saran Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan

1 week ago 19
Jumlah Kasus Influenza A dan B Meningkat Drastis, Ini Saran Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Ilustrasi(Magnific.com)

Virus influenza tipe A dan B dilaporkan tengah marak ditemukan pada pasien dengan keluhan batuk dan demam. Menanggapi kondisi ini, dokter spesialis paru dan pernapasan di RSUP Surabaya, dr. Harman Prayitno, Sp.P, mengingatkan masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan, terutama penggunaan masker di tempat umum.

Berdasarkan data sepekan terakhir, dr. Harman mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pasien yang datang dengan gejala serupa, yakni batuk, demam, hingga nyeri kepala hebat. Setelah dilakukan pemeriksaan swab, banyak di antaranya yang dinyatakan positif influenza.

"Sejak seminggu terakhir ini, memang banyak merawat pasien-pasien dengan gejala batuk-batuk, disertai demam dan nyeri kepala. Ketika dicek, hasil swab-nya menunjukkan Influenza POSITIF," tulis dr. Harman melalui akun Threads pribadinya, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa virus yang ditemukan mencakup tipe A maupun B. Meski secara teori influenza A sering dikaitkan dengan gejala yang lebih berat, dr. Harman menekankan bahwa influenza B tidak boleh diremehkan. Ia sempat menemukan kasus pasien influenza B yang mengalami gejala berat hingga menderita pneumonia.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Harman menyarankan masyarakat untuk kembali menggalakkan gerakan memakai masker di ruang publik dan menghindari kerumunan. Bagi individu yang merasa kurang fit, ia sangat menganjurkan untuk beristirahat di rumah guna memutus rantai penularan.

Perbedaan Influenza A, B, dan Flu Biasa

Memahami perbedaan jenis flu sangat penting untuk penanganan yang tepat. Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, dr. Santi, menjelaskan karakteristik masing-masing tipe:

  • Influenza A: Dapat menginfeksi manusia dan hewan. Virus ini sangat mudah bermutasi, berpotensi menyebabkan pandemi, dan bertanggung jawab atas sekitar 75 persen kasus pandemi flu di dunia.
  • Influenza B: Umumnya hanya menular antarmanusia dan lebih sering menyerang anak-anak. Meski cenderung lebih stabil dibanding tipe A, virus ini tetap berisiko tinggi bagi balita, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah.
  • Flu Biasa (Common Cold): Biasanya disebabkan oleh rhinovirus atau adenovirus dengan gejala yang jauh lebih ringan dan jarang menimbulkan komplikasi serius.

Langkah Pencegahan pada Anak

Dokter spesialis anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, menekankan bahwa vaksinasi adalah pilar utama perlindungan bagi anak-anak. Vaksin influenza tahunan yang dimulai sejak usia enam bulan terbukti efektif menurunkan risiko rawat inap secara signifikan.

"Vaksin terbukti menurunkan risiko rawat inap akibat influenza B pada dewasa sebesar sekitar 67 persen, dan pada anak memberi proteksi bermakna berdasarkan data CDC," jelas dr. Mesty.

Selain vaksinasi, dr. Mesty menganjurkan orang tua untuk membiasakan anak melakukan langkah-langkah berikut:

  • Mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
  • Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.
  • Memastikan ventilasi udara di rumah terjaga dengan baik.
  • Menjaga kecukupan tidur, asupan cairan, dan nutrisi sesuai kebutuhan anak.

Dengan meningkatnya temuan kasus influenza A dan B, masyarakat diharapkan tetap waspada, tidak mengabaikan gejala yang muncul, dan segera melakukan langkah preventif melalui vaksinasi serta penggunaan masker.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |