Juri IPA 2026 Fokus pada Relevansi, Viability dan Availability, serta Kualitas dan Sustainability

1 week ago 7
Juri IPA 2026 Fokus pada Relevansi, Viability dan Availability, serta Kualitas dan Sustainability CEO Loan Market Indonesia Sari Dewi.(DOK PRIBADI)

EDISI ke-12 dari program PropertyGuru Indonesia Property Awards (IPA) resmi diluncurkan di The Westin Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Kategori-kategori baru diluncurkan pada IPA 2026 sesuai perkembangan pasar properti saat ini. Termasuk Best First Home Development dalam kategori Residential awards. Selain itu ada Best Condo Developer dan Best Housing Developer dalam kategori Developer Awards; serta Best Green Township Development, Best Wellness Hospitality Development, Best Transit Hotel Development, dan Best Factory/Warehouse Development dalam kategori Komersial. 

Ajang penghargaan tahunan ini digelar untuk mengapresiasi pengembang, arsitek, dan proyek properti terbaik. Cakupannya meliputi berbagai kategori seperti desain interior, pengembangan perumahan, hingga apartemen terbaik di Indonesia. 

Jelang penilaian properti pada pekan kedua September 2026, Media Indonesia mewawancara salah satu anggota juri yang juga merupakan CEO Loan Market Indonesia Sari Dewi. Sari, yang juga COO Ray White ini mengupas tuntas seputar apa saja kriteria proyek yang dia ingin dihadirkan oleh peserta pada PropertyGuru IPA 2026 ini.

''Saya melihatnya tentu ya, desain itu harus menarik. Tapi menurut saya proyek unggul itu bukan hanya desain menarik, tetapi yaitu mampu menjawab kebutuhan pasar. Dan juga sekarang kan bicara mengenai sustainability (keberlangsungan) dalam jangka panjang, itu juga penting,'' ucap Sari singkat kepada Media Indonesia, Jumat (4/9).

Menurut Sari, ada tiga hal penting yang saya lihat dalam penjurian IPA 2026. ''Relevansi terhadap kebutuhan konsumen. Terus, komersial yang tadi kita bicarakan, viability dan availability-nya seperti apa? 
Yang ketiga adalah kualitas eksekusi dan sustainability-nya,'' jelas Sari Dewi. 

Terkait relevansi, Sari menilai sebuah properti itu harus menjawab kebutuhan dan aspirasi daripada target market. Sedangkan terkait viability dan availability-nya, sebuah proyek harus bisa diserap pasar. ''Sudah kerja sama dengan beberapa bank, bank apa saja, cara pembiayaannya seperti apa? Itu juga sangat penting untuk kita lihat,'' imbuh Sari.

Lalu, ketiga, apakah kualitas desainnya, terintegrasi dengan lingkungan. Bagaimana dengan valuenya. 

FIRST HOME
Jika berbicara tentang rumah pertama, IPA 2026 memasukkan satu kategori baru yaitu 'Best First Home Development'. Kategori ini dirancang khusus untuk memberikan apresiasi pada proyek hunian (baik rumah tapak maupun apartemen) yang menyasar para pembeli rumah pertama (first-time homebuyers).  

''Meskipun semester pertama ini terbilang cukup menantang—dalam arti belum ada peluncuran produk atau penjualan yang melonjak drastis—pengembangan rumah pertama (first-home development) saat ini teramat penting,'' jelas Sari.

Pemerintah sendiri, menurut Sari, sangat mendukung kelompok pembeli rumah pertama (first-home buyer). Salah satunya melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk hunian dengan nilai hingga Rp2 miliar. ''Dukungan ini krusial, terutama bagi anak muda. Tanpa skema bantuan seperti ini, kelompok pembeli rumah pertama akan sangat kesulitan memiliki hunian,'' imbuhnya.

AKSESIBILITAS DAN TRANSPORTASI PUBLIK
Bagi anak muda atau first-home buyer, lokasi hunian yang terjangkau kerap berada cukup jauh dari pusat aktivitas atau tempat kerja seperti Jakarta. ''Oleh karena itu, keterjangkauan (affordability) tidak sekadar bicara soal harga rumah yang murah, tetapi juga aksesibilitas,'' ungkap Sari.

Saat ini, jelas Sari, konsep Transit-Oriented Development (TOD) semakin berkembang dengan tersedianya LRT, MRT, hingga TransJakarta. Rencana pembangunan transportasi publik dari pemerintah sangat membantu. Pembeli jadi tahu bahwa hunian mereka kelak terhubung dengan moda transportasi umum. Hal ini menekan biaya transportasi harian yang kian membengkak akibat kenaikan harga bahan bakar.

Selain itu, gaya hidup masyarakat juga bergeser. Jika dahulu lebar tanah minimal 6 meter dianggap wajib demi menyediakan garasi mobil, kini banyak anak muda memanfaatkan layanan transportasi daring untuk menuju stasiun TOD. ''Kepemilikan kendaraan pribadi bukan lagi prioritas utama. Alhasil, desain hunian kini bisa dibuat lebih efisien—misalnya dengan kavling tanah yang lebih ramping namun dibangun ke atas (vertical space)—sehingga harga tanah yang mahal dapat ditekan tanpa mengorbankan kenyamanan,'' .

Sekadar info, Transit Oriented Development (TOD) adalah konsep penataan kawasan perkotaan yang mengintegrasikan hunian, area komersial, dan ruang publik langsung dengan titik akses transportasi massal. Dirancang agar mudah dijangkau dengan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi publik.
Sudah jelas tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, menekan emisi kendaraan, dan meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan. 

KRITERIA PENILAIAN
Untuk proyek dalam kelompok Development & Design Awards, panel juri mengevaluasi berdasarkan beberapa poin-poin utama. 

VALUE DAN EFISIENSI BIAYA
Sejauh mana proyek memberikan nilai efisiensi harga dibanding manfaat/fasilitas yang didapatkan pembeli rumah pertama. Serta ketersediaan skema pembayaran atau fasilitas kemudahan KPR bagi first-home buyer.

LOKASI DAN ASESIBILITAS 
Kemudahan akses transportasi menuju pusat kota, kawasan kerja, atau jaringan jalan utama/transportasi publik.

KONSEP DESIGN, LAYOUT, OPTIMALISASI LAHAN
Desain bangunan yang fungsional dan kompak, mengoptimalkan keterbatasan lahan tanpa mengorbankan kenyamanan (space efficiency). Tata letak yang memungkinkan pengembangan bertahap (rumah tumbuh) jika diperlukan oleh keluarga muda.

KUALITAS FASILITAS & MATERIAL
Ketersediaan fasilitas pendukung kehidupan komunitas (seperti taman bermain, area komunal, sistem keamanan/cctv, dan ruang terbuka hijau).
Kualitas material konstruksi dan keandalan pengerjaan fisik (craftsmanship).

INOVASI & KEBERLANJUTAN
Penggunaan teknologi ramah lingkungan yang menghemat biaya operasional jangka panjang bagi penghuni (misalnya efisiensi energi, pencahayaan alami, atau manajemen sampah) dan penerapan inovasi ruang, seperti konsep smart home dasar atau perabot multifungsi.

PENJUALAN & DAYA TARIK PASAR
Poin ini mencakup keunggulan unik yang membedakan proyek dari kompetitor di segmen sejenis serta respon dan angka penjualan dari target pasar (first-time buyers). (H-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |