Kabel Utama Terbakar, PDAM Depok Kerahkan 20 Armada Tangki Air Bersih

2 weeks ago 22
Kabel Utama Terbakar, PDAM Depok Kerahkan 20 Armada Tangki Air Bersih Ilustrasi .(Antara)

KABEL power utama Instalasi Pengolahan Air (IPA) Citayam milik PT PDAM Tirta Asasta Kota Depok terbakar pada Selasa (1/9) malam. Insiden tersebut melumpuhkan operasional pompa dan memicu terhentinya aliran air bersih secara total ke sekitar 50 ribu pelanggan di 11 kecamatan.

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, M Olik Abdul Holik, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Terbakarnya komponen vital ini langsung berdampak signifikan pada pasokan listrik mesin penyuplai air. "Terbakarnya kabel power utama IPA PDAM membuat mesin pompa penyuplai air bersih kehilangan daya dan berhenti beroperasi secara total," kata Olik, Rabu (2/9)..

Menanggapi krisis tersebut, tim teknis PDAM Tirta Asasta langsung bergerak melakukan perbaikan darurat di lokasi kejadian.

"Kami mengerahkan tim teknis untuk mengganti kabel daya yang rusak guna mengaktifkan kembali pompa utama. Sudah normal kembali," paparnya.

Meski pompa utama telah beroperasi kembali, perbaikan dan pemulihan tekanan air memerlukan proses bertahap. Selama pasokan belum sepenuhnya optimal, PDAM menyiagakan bantuan darurat berupa penyiapan puluhan armada tangki air bersih.

"Sejak kebakaran, PDAM Kota Depok tengah mengerahkan 20 mobil tangki air bersih masing-masing berkapasitas sekitar 6.000 liter untuk membantu warga terdampak. Bantuan disalurkan ke 11 kecamatan meliputi Kecamatan Beji, Pancoran Mas, Sukmajaya, Sawangan, Limo, Cinere, Cipayung, Cilodong, Cimanggis, Tapos, dan Bojongsari," ucapnya.

Masyarakat yang wilayahnya masih mengalamai kendala pasokan diimbau untuk segera memanfaatkan kanal pengaduan resmi.

Sementara itu, Sekretaris PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Hariadi, menjelaskan bahwa penyebab utama kebakaran adalah penurunan kualitas material jaringan listrik akibat faktor usia pakai yang sudah terlampau tua.

"Kabel yang sudah tua mengalami penurunan fungsi isolasi, sehingga sangat rentan terhadap panas berlebih (overheating) dan korsleting listrik," katanya.

Hariadi menambahkan, infrastruktur kabel induk di IPA Citayam tersebut bahkan sudah terpasang sejak sebelum Kota Depok berdiri mandiri terpisah dari Kabupaten Bogor pada 1999.

"Degradasi lapisan isolasi kabel karena faktor usia dan beban arus listrik yang terus-menerus membuat pompa produksi atau distribusi utama mati total, menyebabkan aliran air ke ribuan pelanggan terhenti," pungkasnya. (KG/P-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |