ilustrasi(Antara)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan pentingnya stabilitas ekonomi yang berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan global. Hal tersebut disampaikan Anindya usai menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9).
Anindya menilai kepercayaan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia pun memberikan apresiasi terhadap penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
"Stabilitas bisa tercapai apabila kepercayaan dari masyarakat itu ada. Saya yakin Pak Suahasil memiliki latar belakang dan kemampuan yang mumpuni untuk menjalankan tugas ini," ujar Anindya.
Selain faktor kepercayaan, Anindya menyoroti pentingnya sinergi di antara anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Hubungan yang harmonis di internal KSSK dinilai akan memberikan ruang bagi dunia usaha untuk terus berkembang.
"Kalau KSSK kompak, saya yakin dunia usaha bisa lebih stabil dan lebih mudah untuk bertumbuh," imbuhnya.
Tantangan Global dan Antisipasi Dunia Usaha
Anindya memaparkan bahwa saat ini dunia usaha tengah menghadapi tekanan global yang cukup kompleks, mulai dari fluktuasi harga minyak, ketidakpastian geopolitik, hingga pergerakan arus modal. Stabilitas ekonomi menjadi fondasi agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut.
Meski dunia usaha telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi disrupsi sejak beberapa bulan lalu, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama jika ketidakpastian berlangsung dalam jangka panjang.
"Dunia usaha selalu mengantisipasi setiap potensi disrupsi. Tetapi kita tetap harus hati-hati dan menyiapkan diri apabila kondisi ini berlangsung lebih lama," tegasnya.
Harapan Apindo Terhadap Kebijakan Fiskal
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyampaikan harapannya agar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dapat menjaga kesinambungan kebijakan yang telah berjalan baik selama ini.
Shinta menitipkan sejumlah pesan strategis, di antaranya menjaga stabilitas fiskal dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengapresiasi kebijakan menjaga defisit fiskal di bawah 3%, namun mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap bersifat pro-growth dan pro-employment.
"Jangan sampai kebijakan yang ada justru menambah cost of doing business. Kami mendorong kebijakan perpajakan lebih mengedepankan ekstensifikasi daripada membebani wajib pajak yang sudah ada," kata Shinta.
Shinta juga meminta perhatian khusus pemerintah terhadap pemberian insentif bagi sektor industri padat karya dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap kompetitif. Selain itu, ia menyoroti perlunya mekanisme penyelesaian restitusi pajak yang jelas karena berdampak langsung pada arus kas perusahaan.
"Restitusi sangat penting bagi perusahaan untuk menjalankan usaha, terutama dari sisi arus kas. Harapannya, persoalan ini bisa segera diselesaikan," pungkas Shinta sembari memastikan kesiapan Apindo untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. (E-3)


















































