Kanker Naik di Usia Muda, Riset Ungkap Risiko Penyakit Jantung Meningkat

3 weeks ago 8
Kanker Naik di Usia Muda, Riset Ungkap Risiko Penyakit Jantung Meningkat Ilustrasi(Magnific)

LONJAKAN kasus kanker pada kelompok usia muda menjadi perhatian serius para ahli medis belakangan ini. Tak hanya harus berjuang melawan kanker, para penyintas usia muda ternyata juga dihadapkan pada ancaman kesehatan lanjutan, yakni peningkatan risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan orang dewasa muda yang didiagnosis menderita kanker memiliki tingkat risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami gangguan jantung di kemudian hari dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat kanker.

Hubungan antara pengobatan kanker dan penurunan fungsi jantung dipicu oleh efek samping dari terapi medis yang dijalani. Pengobatan seperti kemoterapi tertentu, terapi radiasi pada area dada, hingga terapi imun, meski efektif membunuh sel kanker, berpotensi menimbulkan efek toksik pada sel-sel otot jantung dan pembuluh darah.

Efek samping pengobatan tersebut dapat memicu peradangan sistemik, kerusakan jaringan jantung, hingga penurunan fungsi pemompaan darah. Pada pasien usia muda, dampak toksisitas ini dapat bertahan dalam jangka panjang dan memicu timbulnya hipertensi, gagal jantung, hingga serangan jantung di usia yang relatif produktif.

Selain faktor perawatan medis, kondisi gaya hidup dan stres emosional selama masa pemulihan kanker turut memengaruhi kesehatan kardiovaskular pasien. Kurangnya aktivitas fisik akibat kelelahan kronis pasca-terapi serta perubahan pola makan juga berkontribusi pada peningkatan faktor risiko penyakit jantung.

Para peneliti menekankan pentingnya pemantauan kesehatan jantung secara berkala bagi para penderita dan penyintas kanker usia muda. Pendekatan medis terpadu antara tim onkologi dan dokter spesialis jantung (cardio-oncology) menjadi krusial untuk mendeteksi dini tanda-tanda kerusakan jantung sebelum berkembang menjadi kondisi yang parah.

Melalui deteksi dini, penerapan pola makan sehat bergizi seimbang, serta latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, risiko gangguan kardiovaskular pada penyintas kanker usia muda dapat ditekan secara signifikan. (Eating Well/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |