Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, 1 Tewas dan 3 Luka-luka

1 week ago 22
Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, 1 Tewas dan 3 Luka-luka ilustrasi(Anadolu)

Satu orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah kapal dagang diduga menjadi sasaran serangan di kawasan Selat Hormuz pada Minggu (13/9) dini hari. Hingga kini, pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Gubernur Kota Qeshm, Amir Teymouri, membenarkan terjadinya serangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kapal komersial itu dihantam sekitar pukul 05.00 waktu setempat saat berada di perairan lepas pantai Pulau Hengam dan Qeshm.

"Sebuah kapal komersial dihantam sekitar pukul 05.00 pagi ini di lepas pantai Pulau Hengam dan Qeshm. Satu orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka," ujar Amir sebagaimana dilansir dari AFP, Minggu (13/9).

Laporan warga menyebutkan sejumlah ledakan terdengar sepanjang malam di sekitar Qeshm, yang merupakan pulau terbesar di kawasan strategis Selat Hormuz. Meski demikian, identitas kapal maupun asal kewarganegaraan para korban belum dirilis secara resmi.

Ketegangan Menjelang Pertemuan Regional

Insiden berdarah ini terjadi hanya sehari sebelum jadwal pertemuan penting antara Iran dengan sejumlah negara Teluk di Oman. Pertemuan tersebut direncanakan untuk membahas masalah keamanan serta akses navigasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dan gas global.

Selat Hormuz telah lama menjadi titik api konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Berdasarkan laporan yang ada, ketegangan di wilayah ini telah meningkat signifikan selama enam bulan terakhir.

Eskalasi mulai memuncak pascaserangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemicu awal konflik terbuka. Sebagai respons, Teheran mulai membatasi akses pelayaran di jalur yang sebelumnya merupakan perairan bebas tersebut.

Kebijakan Ketat Iran di Selat Hormuz

Pemerintah Iran kini memberlakukan kewajiban bagi setiap kapal yang melintas untuk memperoleh izin resmi dengan alasan perlindungan kedaulatan dan keamanan nasional. Selain itu, Teheran dikabarkan tengah mempertimbangkan penerapan biaya layanan bagi kapal-kapal komersial yang menggunakan jalur tersebut.

Kebijakan ini memicu reaksi keras dan meningkatkan risiko keamanan. Kapal-kapal yang dianggap tidak mematuhi ketentuan Iran dilaporkan kerap menghadapi gangguan atau serangan. Di sisi lain, Amerika Serikat beberapa kali melancarkan serangan udara ke wilayah pesisir Iran sebagai upaya untuk menekan dominasi Teheran atas selat tersebut.

Hingga saat ini, investigasi masih terus dilakukan oleh pihak berwenang Iran untuk mengungkap dalang di balik serangan kapal dagang tersebut. Informasi tambahan mengenai detail teknis serangan dan kondisi terkini para korban luka masih dinantikan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |