Kapal Komersial Iran Diserang di Selat Hormuz, Satu Orang Tewas

6 days ago 4
Kapal Komersial Iran Diserang di Selat Hormuz, Satu Orang Tewas Selat Hormuz.(Al Jazeera)

MEDIA pemerintah Iran melaporkan kapal komersial milik negara tersebut diserang di Selat Hormuz pada Sabtu (12/9) malam. Insiden ini mengakibatkan satu orang tewas dan empat lain luka-luka, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam memperebutkan kendali atas jalur energi vital tersebut.

Penyiar negara Iran, IRIB, menyatakan serangan terjadi di dekat Pulau Qeshm. Kantor berita resmi IRNA mengutip Gubernur Qeshm yang menuding musuh teroris sebagai dalang di balik serangan tersebut. Hingga saat ini, pihak AS belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini.

Eskalasi di Jalur Pelayaran Vital

Serangan di Hormuz terjadi bersamaan dengan meningkatnya aksi pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman. Kelompok tersebut dilaporkan terus memperluas kendali mereka atas jalur air penting kedua di kawasan itu, yang berpotensi memberikan tekanan tambahan pada harga minyak global.

Pulau Qeshm, yang terletak sekitar 14 mil dari kota pelabuhan Bandar Abbas, merupakan titik kunci bagi Iran untuk menegaskan kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 juta barel minyak melintasi jalur ini setiap harinya. Namun, saat ini volume lalu lintas dilaporkan merosot hingga 90% di bawah level sebelum konflik.

Selain insiden kapal Iran, United Kingdom Maritime Trade Operations Centre (UKMTO) melaporkan kapal lain terkena proyektil tak dikenal di selat yang sama pada Sabtu malam, yang memicu kebakaran dan evakuasi kru. Di tempat lain, Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi bahwa kapal MT El Gaia berbendera Panama dengan 14 kru asal India juga diserang di lepas pantai Oman pada Minggu (13/9). 

Diplomasi yang Tertunda

Upaya diplomatik untuk meredakan situasi mengalami hambatan. Pertemuan tingkat tinggi antara diplomat negara-negara Teluk Arab dan Menteri Luar Negeri Iran yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Senin resmi ditunda.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyatakan penundaan dilakukan demi mencapai konsensus. Sumber pejabat Teluk menyebutkan bahwa Arab Saudi mengajukan amendemen karena kekhawatiran bahwa draf kesepakatan yang ada dapat menciptakan status quo baru yang tidak dapat diterima oleh anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan posisi Teheran dengan menyatakan bahwa jalur air tersebut hanya akan dibuka sepenuhnya jika AS mengakhiri blokade laut dan perang ekonomi terhadap Iran.

Serangan Houthi ke Pangkalan Saudi

Di front lain, pemberontak Houthi mengeklaim bertanggung jawab atas serangan rudal balistik dan drone ke pangkalan militer Arab Saudi di wilayah Sharurah pada Minggu. Pekan lalu, Houthi juga berhasil merebut Pulau Perim di mulut Laut Merah yang secara de facto memberikan Teheran kendali atas Selat Bab al-Mandab.

Meningkatnya serangan ini memicu kekhawatiran keamanan energi regional. Arab Saudi bahkan sempat menutup sementara pipa minyak East-West miliknya sebagai tindakan pencegahan setelah ada serangan drone yang diduga berasal dari milisi dukungan Iran di Irak.

Catatan Keamanan Maritim: Lalu lintas di Selat Hormuz saat ini masih berada pada level yang sangat rendah akibat risiko keamanan yang tinggi bagi kapal-kapal komersial yang melintas. (CNN/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |