Evakuasi korban tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 yang mengalami musibah tenggelam pada Minggu (13/9/2026) dini hari.(Dok Basarnas)
BASARNAS mengungkapkan Kapal Virgo Transport 8 telah bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat, dari titik koordinat awal sejak mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9). Selain itu, kondisi kapal tersebut terbalik. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan pergeseran terjadi pada titik lokasi kapal pada hari kedua operasi SAR.
"Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile (mil laut) ke arah barat dalam kondisi terbalik," ujar Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin.
Menurutnya posisi kapal berisiko bagi penyelam. Sebab, operasi evakuasi korban Kapal Virgo dilakukan dengan penyelaman. Basarnas menduga masih ada banyak penumpang yang terperangkat di balik kapal.
Oleh karena itu, untuk masuk ke dalam badan kapal Virgo, kata Syafii, tidak dapat dipaksakan sebelum seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi.
Ada sejumlah kondisi yang harus diperhatikan, yakni cuaca dan lingkungan bawah laut agar penyelam aman.
"Misalnya posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri," ucap dia.
Kesulitan lain, kata dia, kapal masih memiliki sekat-sekat atau ruang kosong di dalam badan kapal. Hal itu memungkinkan posisi kapal terus bergeser atau melayang mengikuti arus.
"Kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan," terang dia.
Atas dasar pertimbangan itu, Basarnas melibatkan personel yang memiliki pengalaman dan pendidikan khusus dalam penanganan kondisi kapal tenggelam. (Ant/H-4)


















































