Kapolri Minta Pengusaha Lapor Premanisme dan Pungli demi Iklim Investasi

1 week ago 7
Kapolri Minta Pengusaha Lapor Premanisme dan Pungli demi Iklim Investasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit.(Antara)

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga iklim investasi di Indonesia. Ia meminta para pengusaha dan pemilik usaha untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aksi premanisme maupun pungutan liar (pungli) yang mengganggu operasional bisnis mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (11/9/2026). Sigit menekankan bahwa Polri siap menindak tegas gangguan keamanan demi memberikan kepastian bagi para investor.

"Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia," ujar Sigit dalam keterangan resminya.

Keamanan sebagai Fondasi Ekonomi

Menurut Jenderal Sigit, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan dunia usaha. Keamanan yang terjaga tidak hanya memberikan rasa tenang bagi pekerja, tetapi juga menjamin kelancaran operasional perusahaan dan memperkuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Indonesia saat ini memiliki daya tarik investasi yang kuat berkat kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta program hilirisasi strategis. Hal ini terbukti dari capaian realisasi investasi nasional yang menunjukkan angka signifikan pada paruh pertama tahun ini.

Indikator Investasi Capaian Semester I 2026
Realisasi Investasi Nasional Rp1.010,6 Triliun
Fokus Utama Hilirisasi, SDA, Pasar Domestik
Jaminan Keamanan Perlindungan Hukum & Penindakan Premanisme

Hubungan Industrial yang Harmonis

Selain aspek keamanan eksternal, Kapolri juga mengingatkan pentingnya kontribusi internal perusahaan dalam menjaga kondusivitas investasi. Ia mengimbau pengusaha untuk menaati regulasi yang berlaku dan memenuhi hak-hak pekerja guna membangun hubungan industrial yang adil.

Sigit memandang pekerja dan pengusaha sebagai dua unsur yang saling membutuhkan. Perusahaan memerlukan dukungan pekerja untuk menjaga produktivitas, sementara pekerja bergantung pada kesehatan perusahaan sebagai sumber penghidupan.

"Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," tegasnya.

Guna menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan yang muncul, Kapolri mendorong seluruh pihak untuk selalu mengedepankan jalur komunikasi dan musyawarah demi menjaga stabilitas nasional. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |