Ilustrasi(Dok BPBD Babel)
KEJADIAN Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Bangka terus meningkat selama musim kemarau. Setiap harinya, petugas pemadam kebakaran harus berjibaku menjinakkan api di sedikitnya tiga hingga empat titik lokasi kejadian.
Plt Kasat Pol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengungkapkan bahwa intensitas kebakaran yang tinggi memaksa timnya bekerja ekstra keras. Berdasarkan data saat ini, luas lahan yang terbakar di wilayah Bangka telah mencapai 600 hektar yang tersebar di lebih dari 300 titik.
"Sehari tim kami bisa memadamkan karhutla di 3 hingga 4 lokasi berbeda," ujar Suherman pada Minggu (13/9).
Kebutuhan Air dan Operasional
Upaya pemadaman ini memakan sumber daya yang tidak sedikit. Suherman menjelaskan, setiap titik kebakaran rata-rata menghabiskan sekitar 10 ton air. Dengan frekuensi tiga hingga empat kejadian per hari, total air yang dikeluarkan mencapai 40 ton.
Kondisi kemarau panjang memperumit keadaan karena banyak sumber air alami yang mengering. Akibatnya, petugas harus mengandalkan pasokan air dari PDAM untuk operasional pemadaman.
"Di musim kemarau ini memang banyak sumber air kita kering, makanya kami untuk pemadaman kerap bergantung air dari PDAM, setiap hari kurang lebih 40 ton," imbuhnya.
Selain kebutuhan air, operasional armada juga memerlukan konsumsi bahan bakar yang signifikan. Suherman menyebutkan bahwa satu armada pemadam kebakaran menghabiskan sekitar 60 liter BBM jenis solar setiap dua hari sekali.
Kesehatan Petugas Jadi Prioritas
Tingginya frekuensi karhutla menuntut kesiapsiagaan penuh dari personel. Saat ini, terdapat 25 petugas yang disiagakan selama 24 jam setiap hari untuk merespons laporan kebakaran.
Menyadari besarnya risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla yang pekat, pihak Satpol PP dan Damkar Bangka rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para personel. Pemeriksaan ini dilakukan satu kali dalam seminggu di Kantor Damkar.
"Kesehatan anggota kami utamakan untuk memastikan mereka tidak sakit karena menghirup asap karhutla. Makanya seminggu sekali mereka rutin cek kesehatan," pungkas Suherman. (H-2)


















































