Karhutla di Kalimantan Tengah.(Dok. Antara)
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dilaporkan terus meluas. Setelah upaya pemadaman selama dua hari, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 10 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat, Samuel, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan estimasi sementara. Saat ini, tim gabungan masih memprioritaskan pemadaman api di lapangan sebelum melakukan penghitungan luasan secara presisi.
"Untuk luasannya kita belum tahu pasti karena saat ini masih fokus terhadap penanganan pemadaman. Namun dipastikan ini cukup luas, mungkin kurang lebih sekitar 10 hektare," ujar Samuel di Pangkalan Bun, Minggu (9/8).
Tantangan Lahan Gambut dan Asap
Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat setempat. Samuel mengungkapkan bahwa petugas menghadapi kendala serius di lapangan akibat kondisi lahan gambut yang mudah terbakar di bawah permukaan.
Selain itu, cuaca panas yang ekstrem dan hembusan angin kencang mempercepat penyebaran api. Dampak kebakaran ini juga mulai dirasakan warga berupa kabut asap di sekitar Desa Sungai Tendang. Lokasi kebakaran ini menjadi perhatian khusus karena letaknya yang relatif dekat dengan Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Langkah Hukum dan Pencegahan
BPBD Kobar tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga mulai melakukan pelacakan lokasi untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. Data-data pendukung akan diserahkan kepada aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi kesengajaan atau pelanggaran.
Samuel menegaskan bahwa Pemkab Kobar mendukung penuh tindakan hukum tegas bagi pihak yang terbukti membakar lahan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membuang sampah sembarangan selama musim kemarau.
Kesiagaan Operasi Aman Nusa-II
Secara terpisah, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan pihaknya telah menyiagakan 500 personel dalam Operasi Aman Nusa-II. Operasi ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi karhutla yang mulai meningkat di wilayah Kalimantan Tengah.
Polda Kalteng terus memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, hingga Manggala Agni. "Saya berharap lebih baik bisa mencegah terjadinya karhutla. Makanya sekarang kegiatan pembinaan masyarakat terus masif dilakukan, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga masyarakat peduli api," pungkas Iwan. (Ant/H-3)

















































