Karhutla di Tembesi Batam Hanguskan 20 Hektare Lahan, Api Dekati Harris Resort

4 weeks ago 45
Karhutla di Tembesi Batam Hanguskan 20 Hektare Lahan, Api Dekati Harris Resort Ilustrasi(Dok Istimewa)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kobaran api membakar sekitar 20 hektare lahan hingga mendekati kawasan Harris Resort. Hingga Minggu (23/8) pagi, bekas kobaran api masih terlihat di lokasi kejadian.

Pantauan Media Indonesia menunjukkan kebakaran terjadi tidak jauh dari akses Jembatan I Barelang. Api mulai membakar vegetasi kering sekitar pukul 13.00 WIB dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.30 WIB pada Sabtu malam.

Lamanya proses pemadaman dipengaruhi oleh luasnya area yang terbakar serta kondisi vegetasi yang sangat kering. Tim gabungan harus bekerja ekstra keras selama lebih dari sembilan jam untuk memastikan api tidak kembali meluas ke area pemukiman dan fasilitas publik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batam, Muhammad Farhan, mengatakan kebakaran di Tembesi menambah daftar panjang kejadian karhutla yang ditangani sepanjang Agustus 2026.

“Sepanjang Agustus 2026, BPBD Kota Batam mencatat sedikitnya sudah ada tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan yang ditangani petugas,” kata Farhan saat dikonfirmasi, Minggu (23/8).

Selain di Tembesi, titik panas dan kejadian karhutla juga sempat ditemukan di kawasan Kelurahan Belian. Luasnya area yang terbakar di Tembesi membuat penanganan harus melibatkan personel dan armada lintas instansi.

Tim gabungan tersebut terdiri atas Pemadam Kebakaran Pemko Batam, PBK BP Batam, TNI AD, Kepolisian, Manggala Agni, Redkar, serta petugas keamanan kawasan setempat.

Sebanyak delapan armada dikerahkan ke lokasi, yang terdiri atas:

  • 1 unit PBK Pos Tembesi
  • 1 unit PBK Duriangkang
  • 1 unit PBK TNI AD
  • 2 unit water tank TNI AD
  • 3 unit water cannon milik Kepolisian

Selain armada, puluhan personel turut diterjunkan, termasuk 20 personel TNI AD, 15 personel Kepolisian, serta dukungan dari pihak keamanan Harris Resort sebanyak 15 personel dan Security ABH sebanyak 30 personel.

“Penanganan memobilisasi puluhan personel gabungan. Setelah berjibaku selama lebih dari sembilan jam, api akhirnya berhasil dikendalikan,” tambah Farhan. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. BPBD Kota Batam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi lahan yang kering dan meminta warga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Jangan sampai kelalaian kecil menjadi pemicu kebakaran besar. Satu titik api dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dalam kondisi menyala dapat dengan cepat merembet di lahan kering dan berakibat fatal,” tegas Farhan.

BPBD Batam memastikan pemantauan terhadap wilayah yang rawan karhutla akan terus dilakukan secara intensif, terutama selama kondisi cuaca kering masih berlangsung di wilayah Kepulauan Riau.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |