Karhutla Riau: 4 Hektare di Kampar Terbakar, Empat Area Disegel Pemerintah

1 month ago 38
 4 Hektare di Kampar Terbakar, Empat Area Disegel Pemerintah Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan ahli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) IPB Prof Bambang Hero Saharjo melakukan pemantauan penanganan karhutla di Riau, Sabtu (22/8).(dok. KLHK/BPLH)

MENTERI Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Sabtu (22/8). Pemerintah telah menyegel empat area dan menghentikan operasional satu fasilitas industri terkait temuan titik panas dan emisi.

Dalam pemantauan tersebut, Jumhur didampingi Guru Besar IPB sekaligus ahli kebakaran hutan dan lahan Bambang Hero Saharjo.

"Pemerintah telah melakukan penyegelan terhadap 4 area dan penghentian operasional pada satu fasilitas industri sebagai tindak lanjut temuan titik panas dan emisi," kata Jumhur seusai melakukan pemantauan kondisi hutan dan lahan di Provinsi Riau, Sabtu pagi.

Jumhur mengatakan, pemerintah juga telah mengeluarkan surat edaran larangan pembakaran untuk pembukaan lahan sebagai langkah pencegahan karhutla. Penegakan hukum tetap dilakukan melalui sanksi administratif, gugatan perdata, dan/atau proses pidana apabila unsur pelanggaran dan alat bukti telah terpenuhi.

Pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran juga diwajibkan melakukan pemulihan lingkungan.

"Upaya pencegahan diperkuat melalui patroli terpadu, pembangunan sekat kanal dan embung, serta sistem peringatan dini. Seluruh proses akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Jumhur dalam siaran pers.

Jumhur mengatakan, patroli udara bersama Kapolda Riau dilakukan untuk memastikan karhutla di wilayah tersebut dapat dimitigasi dan ditangani dengan baik.

"Hari ini saya mendapatkan laporan sudah ada pemadaman dan pendinginan. Bisa dikatakan penanganan karhutla di Riau lebih baik dibandingkan dengan provinsi lainnya seperti Kalimantan dan Sumatera Selatan. Semua ini bisa tertangani berkat kerja sama antara aparatur pemerintah dan masyarakat setempat yang peduli terhadap masalah karhutla," kata Jumhur.

Menurut Jumhur, sekitar 4 hektare lahan di Kampar, Riau, terbakar dan telah dipadamkan. Saat ini, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi tersebut.

Titik Api Nasional

Secara nasional, Jumhur menyebut terdapat sekitar 3.800 titik api. Jumlah tersebut meningkat drastis dalam satu hingga dua hari terakhir sehingga pembaruan data berlangsung sangat cepat.

Selain itu, pemerintah mengidentifikasi sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Kalimantan dan Sumatera yang wilayah konsesinya ditemukan memiliki titik api dan mengalami kebakaran.

"Walaupun titik apinya terpencar-pencar, ada yang 1 hektare dan ada yang 2 hektare yang terbakar tapi tetap saja itu berada dalam kewenangan pemilik konsesi. Mereka sedang bekerja berusaha untuk memadamkannya."

Jumhur memperkirakan hampir 85.000 hektare wilayah konsesi di seluruh Indonesia terbakar. Namun, Riau dinilai memiliki mitigasi karhutla yang relatif baik karena sejumlah langkah pencegahan telah dilakukan sebelum musim kemarau, antara lain pembangunan sekat kanal dan persiapan embung.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan hasil kerja pemerintah daerah dan Polda Riau. Berdasarkan data terbaru, Riau termasuk daerah dengan mitigasi karhutla yang baik dan kasus kebakaran jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pengalaman Riau dalam melakukan mitigasi, lanjut Jumhur, dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

"Saya ingin peringatkan lagi bahwa janji pemilik konsesi untuk memitigasi supaya tidak terjadi karhutla harus tetap dikerjakan. Setelah ini KLH akan melakukan verifikasi. Sudah ada laporan dari beberapa perusahaan yang indikasi nakal dan pemerintah melalui KLH sudah menyegelnya," kata Jumhur.

Ia menegaskan, pemerintah akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan perusahaan yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar.

"Dalam penegakan hukum di KLH ada denda yang harus dibayarkan pengusaha kepada negara, ada biaya pemulihan, namun kalau ditemukan ada ditemukan mens reanya jelas maka akan ditindak tegas hukuman pidana," pungkas Jumhur.

Terbang ke Kalimantan

Setelah pemantauan di Riau, Jumhur dijadwalkan terbang ke Kalimantan pada Minggu (23/8). Ia akan melakukan mitigasi dan penanganan karhutla di sejumlah titik api dan asap di wilayah tersebut.

Penanganan karhutla akan dilakukan dengan berkolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta masyarakat peduli karhutla.

Jumhur berharap seluruh pihak bergotong royong untuk memadamkan kebakaran di berbagai wilayah yang terdampak.

Gerak cepat dan kolaborasi antarlembaga tersebut diharapkan dapat membantu menangani karhutla yang terjadi di tengah musim kemarau berkepanjangan dan kondisi El Nino. (B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |