Karhutla Seluas 81 Hektare di Lahan Gambut Pematang Pudu Bengkalis Padam Total

4 hours ago 5
Karhutla Seluas 81 Hektare di Lahan Gambut Pematang Pudu Bengkalis Padam Total Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan gambut seluas 81 hektare di Desa Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, padam total.(Dok.Istimewa)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan gambut seluas 81 hektare di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, resmi dinyatakan padam total atau clear.

Tim pemadam darat dari Manggala Agni dibantu tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat peduli api (MPA) serta tim satgas udara helikopter water bombing berjibaku selama sepekan terakhir untuk melakukan pemadaman di lokasi tersebut.

“Proses pemadaman di Pematang Pudu telah dinyatakan padam total. Terima kasih atas segala doa dan semangat. Seluruh tim Manggala Agni dalam kondisi sehat dan selamat pulang ke markas masing-masing," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, Jumat (24/7).

Dijelaskannya, tahap terakhir operasi ditutup dengan kegiatan pendinginan dan mopping up oleh tim Manggala Agni Daops Dumai untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di dalam lapisan gambut.

Ia juga mengungkapkan, rasa syukur atas tuntasnya operasi pemadaman serta mengapresiasi seluruh personel yang bertugas di lapangan.

"Manggala Agni Daops Dumai sudah menyelesaikan proses mopping up di titik-titik yang sebelumnya masih menyisakan bara. Akhirnya seluruh rangkaian operasi telah selesai dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya, operasi pemadaman di Pematang Pudu menghadapi berbagai tantangan. Selain karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan, personel juga sempat mengalami keterbatasan sumber air akibat kemarau. Bahkan, di sejumlah lokasi mereka harus memanfaatkan kanal-kanal kecil yang debit airnya terus menyusut untuk melakukan penyiraman.

Meski demikian, kerja tanpa henti para personel, ditambah dukungan water bombing dari udara serta hujan yang sempat turun pada Kamis (23/7) dini hari, mempercepat proses pendinginan hingga akhirnya seluruh titik api berhasil dipadamkan.

“Kami terus bersiap siaga untuk menghadapi kemarau dan El Nino tahun ini. Kami ingatkan supaya tidak lagi melakukan pembakaran untuk pembukaan kebun baru di hutan dan lahan karena dapat mengakibatkan Karhutla,” tegasnya. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |