Pelaksanaan water bombing ke lokasi karhutla dalam kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di wilayah Sumsel.(Dok Posko Satgas Karhutla Jambi)
LIDAH api yang membakar hebat lahan gambut di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), wilayah Sembilang, Sumatera Selatan, selama 17 hari terakhir mulai merambat masuk ke perbatasan Provinsi Jambi. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi.
Di wilayah tersebut, Desa Sungai Aur menjadi titik krusial. Sekitar 20 hektare lahan gambut yang berdekatan dengan konsesi perusahaan perkebunan kelapa sawit hangus terbakar sejak tiga hari terakhir hingga Minggu (13/9).
Pelaksana Harian Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, membenarkan adanya ancaman rambatan api dari kawasan TNBS tersebut. Menurutnya, kebakaran lahan gambut di TNBS didominasi oleh titik api di wilayah Sumatera Selatan, namun kini mulai menembus perbatasan Jambi melalui bawah permukaan gambut.
"Hari ini kita mengerahkan pesawat water bombing untuk membantu mengurangi kobaran api di dalam kawasan yang terbakar," ujar Nyamin saat memberikan keterangan di Posko Karhutla Jambi, eks Gedung VIP Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu siang.
Nyamin mengakui bahwa tim Satgas Karhutla mengalami kesulitan besar untuk melakukan penanggulangan melalui jalur darat. Hal ini disebabkan oleh medan rimba belantara TNBS yang sangat berat dan sulit ditembus personel.
Di sisi lain, kondisi kebakaran lahan di wilayah Provinsi Jambi sendiri dilaporkan sebagian besar telah berhasil ditanggulangi. Berdasarkan pantauan Posko Karhutla, jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Jambi pada Minggu hanya terdeteksi sebanyak tujuh titik.
Meski demikian, tim Satgas gabungan tetap disiagakan dan terus berjibaku melakukan pemadaman serta pendinginan di lahan gambut sekitar Desa Sungai Aur dan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam, Kecamatan Kumpeh Ilir, guna mengantisipasi perluasan dampak kebakaran. (H-2)


















































