Kasus Korupsi Rektor Unsoed, DPR Sebut Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi

3 weeks ago 6
Kasus Korupsi Rektor Unsoed, DPR Sebut Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi Ilustrasi(Dok Unsoed)

WAKIL Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan pendidikan tinggi bukan ruang untuk bertransaksi bagi mereka yang memiliki finansial berlebih. Ia mengatakan praktik suap tidak boleh terjadi di perguruan tinggi manapun.

Hal tersebut disampaikan Lalu merespons Rektor Universitan Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq yang terjaring operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat pengondisian penerimaan mahasiswa baru.

"Kami atas nama Komisi X DPR RI menyatakan rasa prihatin dan sangat menyayangkan jika dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman benar terjadi," kata Lalu saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).

Legislator dari Fraksi PKB ini mengingatkan bahwa penerimaan mahasiswa baru harus berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta berbasis pada prestasi calon mahasiswa bukan kedekatan dengan pihak tertentu atau kemampuan membayar.

Meski menghormati asas praduga tak bersalah dan proses hukum di KPK, Lalu menyebut kasus ini harus menjadi momentum pembenahan sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya pada seleksi jalur mandiri.

"Jangan sampai persoalan ini justru merusak kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi," ujarnya. 

Lebih lanjut, Lalu menuturkan Komisi X DPR RI berencana memanggil kementerian terkait (Kemendiktisaintek) untuk meminta penjelasan mengenai langkah penguatan tata kelola penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Apalagi, kata dia, Komisi X DPR RI baru saja menyelesaikan Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Panja SPMB) yang memuat rekomendasi penting untuk perbaikan sistem seleksi ke depannya.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto, Banyumas. Sebanyak sembilan orang, termasuk Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan dua wakil rektornya ditangkap dalam penindakan tersebut. KPK menyebut penangkapan para petinggi kampus negeri tersebut berkaitan erat dengan praktik manipulasi pada proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, khususnya di jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unsoed. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |