I Made Purwantara.(MI/Reza Sunarya)
SATRESKRIM Polres Purwakarta, Jawa Barat, terus mendalami kasus kematian Sumarna, 40, seorang petugas satuan pengamanan (satpam) di area objek vital Perum Jasa Tirta (PJT) 2 Jatiluhur. Hingga saat ini, pihak kepolisian memeriksa 15 saksi untuk mengungkap latar belakang peristiwa tragis tersebut.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, yakni tenggelam dengan posisi tangan terborgol. Meski belasan saksi telah dimintai keterangan, kepolisian menyatakan belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan ini.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, Ajun Komisaris I Made Purwantara, menjelaskan bahwa selain pemeriksaan saksi, pihaknya juga tengah mendalami rekaman CCTV yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Ia menyebutkan jumlah saksi kemungkinan besar akan terus bertambah seiring berjalannya penyelidikan.
"Dari 15 saksi kemungkinan akan bertambah, sementara hasil otopsi akan diketahui hari ini," ujar I Made Purwantara, Senin (27/8).
Terkait motif di balik kematian korban, Satreskrim Polres Purwakarta masih menyelidiki beberapa dugaan. Salah satu fokus penyelidikan adalah adanya kemungkinan dendam pribadi terhadap korban. Selain itu, polisi mendalami informasi mengenai dugaan keributan antara korban dengan sejumlah pemuda sebelum kejadian.
Di sisi lain, I Made Purwantara memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar luas di media sosial yang menyebutkan bahwa pelaku pembunuhan telah ditangkap. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan menunggu keterangan resmi dari Polres Purwakarta terkait perkembangan kasus ini. (I-2)


















































