Ilustrasi virus West Nile.(Dok. Magnific)
KASUS virus West Nile di Belanda mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) melaporkan adanya sembilan kasus baru sejak Kamis lalu, sehingga total infeksi di negara tersebut sepanjang tahun ini mencapai 18 kasus.
Melansir laporan lembaga penyiaran NOS, jumlah korban jiwa akibat virus ini juga bertambah. Hingga saat ini, tercatat tiga orang meninggal dunia, naik dari satu kematian yang dilaporkan pada pekan sebelumnya. Kasus-kasus infeksi tersebut tersebar di beberapa wilayah, meliputi provinsi Utrecht, North Brabant, North Holland, South Holland, Overijssel, dan Gelderland.
RIVM menjelaskan bahwa salah satu kasus teridentifikasi melalui studi ilmiah oleh bank darah Sanquin Research. Sementara itu, pasien lainnya baru terdiagnosis setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat munculnya gejala klinis.
Selain statistik resmi tersebut, seorang perempuan asal Drenthe dilaporkan meninggal dunia akibat virus West Nile pada awal tahun ini. Namun, kasus ini tidak dimasukkan dalam statistik nasional Belanda karena pasien tersebut diketahui tertular saat berada di wilayah Eropa Tenggara.
Mekanisme Penularan dan Gejala
Virus West Nile merupakan penyakit yang terutama ditemukan pada burung dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Nyamuk rumah biasa dapat menjadi perantara setelah mengisap darah burung pembawa virus, kemudian menularkannya kepada manusia atau hewan lain. RIVM menegaskan bahwa virus ini tidak dapat menular antarmanusia.
Secara klinis, mayoritas orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala:
- 80 persen: Tidak menunjukkan gejala apa pun.
- 20 persen: Mengalami gejala ringan serupa flu.
- 1 persen: Berisiko mengalami gejala neurologis yang serius.
Kelompok lanjut usia dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko tertinggi untuk mengalami komplikasi penyakit yang parah.
Dampak pada Hewan dan Sejarah Kasus
Penyebaran virus ini tidak hanya berdampak pada manusia. Otoritas Keamanan Pangan dan Produk Konsumen Belanda mencatat lonjakan kasus pada hewan ternak. Terdapat 53 laporan baru mengenai kuda yang terinfeksi, sehingga total kasus pada kuda tahun ini mencapai 58 kasus.
Selain itu, virus juga terdeteksi pada populasi unggas. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 39 ekor burung dilaporkan terinfeksi, yang terdiri dari 23 ekor burung liar yang ditemukan mati dan 10 ekor yang masih hidup.
Virus West Nile sendiri pertama kali terdeteksi di Belanda pada Agustus 2020 melalui studi yang dilakukan Sanquin terhadap para pendonor darah. Sejak saat itu, otoritas kesehatan terus memantau pola penyebaran virus ini, terutama selama musim aktif nyamuk. (Ant/Anadolu/H-3)


















































