Kebakaran hanguskan10 hektare di Kawasan Pearl of Java (POJ) City, Marina, Kota Semarang pada Rabu (16/9) malam dan baru dapat dipadamkan Kamis (17/9) dini hari.(MI/Akhmad Safuan)
Lahan seluas 10 hektare di Kawasan Pearl of Java (POJ) City, Marina, Kota Semarang, yang hangus terbakar akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis (17/9) dini hari. Api baru dapat dikendalikan setelah tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang berjibaku selama tujuh jam dengan mengerahkan puluhan personel.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia pada Kamis (17/9), sejumlah mobil Damkar masih disiagakan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Petugas sesekali menyiramkan air ke area yang hangus guna memastikan tidak ada lagi kepulan asap di kawasan yang didominasi ilalang dan semak belukar tersebut.
Kebakaran hebat yang terjadi sejak Rabu (16/6) malam ini sempat memicu kepanikan warga. Pasalnya, lokasi kebakaran berada tidak jauh dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan kawasan industri. Embusan angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke berbagai titik.
"Ngeri melihat kebakaran semalam, karena selain luas area banyak ditumbuhi ilalang serta semak belukar kering hingga api cepat merambat," ujar Sargio, salah seorang warga sekitar.
Dampak kebakaran juga dirasakan oleh pekerja di sekitar bandara. Suherli, seorang karyawan bandara, mengungkapkan bahwa kepulan asap tebal sempat membuat mata terasa pedih. Ia mengkhawatirkan jika api tidak segera padam, asapnya dapat mengganggu aktivitas penerbangan. "Untung terjadi pada malam hari sehingga tidak ada jadwal penerbangan yang padat," imbuhnya.
Kronologi dan Proses Pemadaman
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada Rabu (16/9) pukul 18.25 WIB. Api baru benar-benar padam pada Kamis (17/9) sekitar pukul 02.00 WIB.
"Kami mengerahkan 8 unit mobil damkar dengan 40 personel yang harus bekerja bergantian. Proses pemadaman cukup berat karena luasnya area dan angin yang bertiup kencang," kata Tantri.
Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas mengambil pasokan dari berbagai sumber, mulai dari sungai terdekat, tangki PMI, hingga memanfaatkan hydrant di Mall 23.
Tiga Orang Diamankan
Terkait penyebab kebakaran, Tantri mengungkapkan adanya dugaan unsur kesengajaan. Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari aktivitas seseorang yang sedang mencari ikan di sekitar sungai samping Mall 23. Orang tersebut dilaporkan sempat ditegur oleh petugas keamanan kawasan sebelum api muncul.
Pihak kepolisian telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam insiden ini, yakni YAP dan AO yang merupakan warga Simongan, Manyaran, serta DJA, warga Gisikdrono, Semarang Barat. Sementara itu, satu orang lainnya berinisial S yang diduga sebagai pelaku pembakaran utama masih dalam pengejaran.
"Ketiga orang yang diduga terlibat dalam pembakaran ditemukan dalam kondisi mabuk. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Semarang Barat," pungkas Tantri. (H-2)


















































