Ilustrasi(Dok BMKG)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pasalnya, sesuai data Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Senin (27/7) hampir seluruh wilayah NTT berada pada kategori sangat mudah terbakar, yang ditandai dengan warna merah pada peta tingkat kemudahan terbakar.
"Waspada potensi kebakaran lahan dan hutan di wilayah dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi," ujar Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek.
Berdasarkan peta FFMC BMKG, wilayah yang didominasi kategori sangat mudah terbakar meliputi Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, seluruh wilayah Pulau Sumba, Rote Ndao, Sabu Raijua, Flores Timur, Lembata, dan Alor.
FFMC merupakan indikator meteorologi yang digunakan untuk mengukur tingkat kekeringan bahan bakar halus di permukaan tanah, seperti rumput kering, daun, dan ranting kecil. Semakin tinggi tingkat FFMC, semakin mudah vegetasi tersebut terbakar dan api menyebar apabila ada pemicu.
Sedangkan, sebagian wilayah Flores bagian barat hingga tengah, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka, masih didominasi kategori mudah terbakar hingga tidak mudah terbakar, meski beberapa titik tetap berada pada tingkat kerawanan tinggi.
Karena itu, Dia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering selama musim kemarau. (H-2)


















































