Kebakaran Hutan Melanda Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

23 hours ago 11
Kebakaran Hutan Melanda Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Petugas tengah memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Majalengka.(Dok BPBD Kabupaten Majalengka)

KEBAKARAN hutan telah terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Kebakaran diduga akibat kelalaian.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, terbaru kebakaran terjadi di di kawasan TNGC yang masuk SPTN Wilayah I Kuningan, tepatnya di Blok Cirendang. Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (21/7) sekitar pukul 11.50 WIB. Kebakaran itu merupakan yang pertama kalinya melanda TNGC pada 2026 ini.

Kebakaran di Blok Cirendang diketahui usai  dilaksanakannya Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutlah ) Provinsi Jawa Barat yang di pusatkan di lapangan BP2SDM Kementerian Kehutanan di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. Sebanyak empat petugas Balai TNGC peserta apel Dalkarhutlah yang melakukan patroli di ODTWA Batu Luhur, melihat kepulan asap. Bersamaan dengan itu, adapula informasi dari masyarakat dan perangkat desa sekitar yang diterima oleh call center TNGC mengenai adanya kebakaran tersebut. 

Empat petugas tersebut juga  memastikan adanya titik api di kawasan TNGC Blok Cirendang. Mereka kemudian berkomunikasi dengan posko Dalkarhut SPTN I Kuningan dan langsung bergerak ke titik api untuk melakukan pengendalian kebakaran tersebut.

“Api cepat sekali menjalar karena mayoritas tutupan lahan berupa semak belukar kering dan tiupan angin yang kencang," ungkap Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, melalui keterangan tertulis yang diterima Kamis (23/7). 

Upaya pemadaman api dilakukan dengan menggunakan gepyok alami berupa ranting daun basah. Cara itu dilakukan sambil menunggu datangnya peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yaitu jet shooter dan mesin pompa air, yang ada di Posko Dalkarhut Singkup.

Di Blok Cirendang juga terdapat luasan tanaman hasil penanaman kegiatan pembuatan sekat bakar hijau tahun 2024 dan tanaman hasil pemeliharaan sekat bakar hijau tahun 2025. Adapun totalnya sejumlah 2.750 tanaman, dengan usia sembilan bulan (untuk tanaman hasil penyulaman) sampai dengan usia 2 tahun 5 bulan (untuk tanaman hasil penanaman). Pukul 17.00 WIB kobaran api dapat dipadamkan. 

Sebagai upaya untuk memastikan api benar-benar padam, petugas melanjutkan dengan melakukan mop up, yakni mencari dan memadamkan sisa api sekecil apapun ke beberapa titik bara api yang masih menyala.

“Perkiraan sementara, luas areal yang terbakar sekitar 14,9 hektare. Sedangkan untuk dugaan sementara penyebab kebakaran itu akibat kelalaian manusia,” tutur Toni. (UL/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |