Personel Manggala Agni Sumatera XI/Daops Bukit Tempurung memasuki hari ketiga, Sabtu (22/3), masih berjibaku menjinakkan kebakaran di lapisan permukaan lahan gambut yang terbakar di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi J(Dok. Manggala Agni)
PASUKAN Manggala Agni Sumatera XI Daops Bukit Tempurung bersama personel Satgas Darat Penanganan Karhutla Jambi masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Sabtu (23/8). Upaya pemadaman ini telah memasuki hari ketiga sejak api pertama kali terdeteksi.
Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, mengonfirmasi bahwa tim satgas terus berjuang menangani kebakaran di lahan gambut dangkal tersebut. Titik api awalnya terdeteksi melalui patroli drone Manggala Agni pada Kamis siang lalu di areal perkebunan pinang dan kelapa sawit yang cukup padat.
Meski lidah api tidak terlihat di permukaan, asap tebal terus mengepul dari bawah tanah. Kondisi ini menandakan bara api masih membara hebat di lapisan bawah gambut dengan kedalaman sekitar satu meter, sehingga memerlukan penanganan intensif agar tidak terus meluas.
Koordinator Pemadaman Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Demin, mengungkapkan bahwa tim di lapangan menghadapi kendala serius dalam proses pemadaman total. Salah satu hambatan utama adalah sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
“Soal luasan lahan yang terbakar, pastinya akan diketahui hitungannya setelah padam total nanti. Informasi dari masyarakat yang ikut membantu, luasnya mendekati tiga hektare,” ujar Demin.
Selain kendala air, personel di lapangan juga dituntut ekstra waspada saat melakukan pendinginan di permukaan areal berasap. Ratusan batang pohon pinang di lokasi kebakaran dilaporkan rawan tumbang akibat akarnya terbakar, yang dapat membahayakan keselamatan para petugas Satgas Darat. (Z-10)


















































