Kebakaran Ruko di Pasar Modern BSB Semarang, Diduga akibat Kebocoran Gas

1 hour ago 7
Kebakaran Ruko di Pasar Modern BSB Semarang, Diduga akibat Kebocoran Gas Kepulan asap tebal terus membumbung tinggi berasal dari kebakaran di kawasan Pasar Modern BSB di Mijet, Kota Semarang Minggu (26/7) siang.(MI/Akhmad Safuan)

KEBAKARAN melanda sebuah ruko di kawasan Pasar Modern BSB, Jalan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (26/7) siang. Puluhan petugas pemadam kebakaran beserta sejumlah armada dan satu unit tangki PDAM Semarang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Berdasarkan pemantauan di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB, ratusan pengunjung di kawasan Pasar Modern BSB tiba-tiba berhamburan keluar dari kompleks pertokoan. Tak lama berselang, kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dari salah satu ruko, diiringi teriakan histeris para pengunjung dan pedagang.

Cuaca panas yang menyengat di Kota Semarang menambah keriuhan suasana. Tak lama kemudian, empat mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan petugas langsung melakukan proses pemadaman untuk melokalisasi api yang terus berkobar.

"Saya sedang duduk hendak makan di suatu kedai, tiba-tiba banyak orang berlarian. Setelah saya lihat, ada api besar di satu restoran, saya pun ikut berlari menghindari api yang kian membesar," ujar Sugeng, salah seorang pengunjung pasar.

Saksi mata lain, Sulistyo, mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari rumah makan soto. Berdasarkan keterangan karyawan, insiden bermula saat dilakukan penggantian tabung gas. Namun, gas tiba-tiba menyembur dan menyambar api dari kompor yang masih menyala.

"Api dari atas merembet turun ke bawah, sehingga api semakin besar dan sebagian area di dalam pasar ikut terbakar. Asap mengepul pekat dan pedagang langsung berhamburan menyelamatkan diri," tambah Sulistyo.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.00. Personel gabungan langsung diterjunkan untuk mencegah api merembet ke ruko-ruko lain di kompleks tersebut.

"Kami masih terus melakukan proses pemadaman dan melokalisir api agar tidak merembet ke toko-toko lain di kompleks Pasar Modern BSB," kata Tantri.

Tantri mengonfirmasi bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kebocoran tabung gas saat pemasangan. "Jadi saat hendak memasang gas, terjadi kebocoran, sementara masih ada kompor lain yang menyala di dekatnya," jelasnya.

Semburan gas tersebut langsung menyambar api. Embusan angin yang kencang membuat kobaran api cepat merembet ke bagian bangunan lainnya. Tantri menambahkan bahwa pihak keamanan setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun tidak berhasil karena api sudah terlanjur membesar.

"Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun penjaga warung masih dalam kondisi syok," pungkas Tantri. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |