PENANGANAN: Petugas Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi berupaya memadamkan api di lahan dengan Gunung Jayanti Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.(MI/Benny Bastiandi)
KEBAKARAN vegetasi di Kampung Batusapi Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu menambah daftar panjang kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat dampak kemarau panjang. Kebakaran di wilayah tersebut terjadi pada Minggu (23/8).
Lokasi kebakaran berdekatan dengan permukiman warga di Perumahan Taman Sari. Titiknya berada di sekitar kawasan Gunung Jayanti.
Warga setempat melaporkan kejadian itu. Petugas gabungan dari berbagai instansi pun bergerak cepat untuk mengantisipasi agar kebakaran tak meluas.
Muhammad Asep, warga setempat, menuturkan kali pertama warga mendapati kepulan asap yang cukup tebal dari arah kawasan Gunung Jayanti. Kepulan asap semakin tebal disertai kobaran api.
"Awalnya saya melihat gumpalan asap tebal di sekitar Gunung Jayanti. Kemudian mendapatkan kabar, katanya terjadi kebakaran di lahan kebun dekat Perumahan Taman Sari," ujar Asep, Selasa (25/8).
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengaku mendapatkan laporan kebakaran lahan pada pukul 14.24 WIB. Tim yang dilengkapi berbagai peralatan segera bergerak ke lokasi dan tiba pukul 14.31 WIB.
"Hasil asesmen di lapangan, lahan yang terbakar meliputi area alang-alang dan kebun," kata Erwin.
Sumber penyebab kebakaran belum diketahui persis. Ada kemungkinan karena peningkatan suhu, namun bisa juga akibat ulah oknum tak bertanggung jawab.
Erwin mengatakan, petugas sempat mengalami kendala saat memadamankan api karena lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam. Kondisi medan yang cukup terjal membuat proses penanganan harus dilakukan secara manual.
"Kondisi vegetasi yang kering turut mempercepat penyebaran kobaran api," terangnya.
Lokasi kebakaran yang berada di sekitar kawasan Gunung Jayanti menjadi perhatian. Terutama apabila angin bertiup kencang dan mendorong kobaran api ke area yang lebih luas.
"Kami, Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi, memastikan upaya pemadaman dan pengendalian terus dilakukan secara manual untuk mencegah kebakaran merambat ke kawasan lainnya," pungkasnya.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dampak kemarau panjang terus meluas. Setidaknya terjadi 23 kejadian karhutla dan 5 kejadian kekeringan.
"Jumlah kejadian akibat dampak kemarau panjang terus bertambah. Hingga saat ini, paling banyak karhutla, sebanyak 23 kejadian. Sedangkan kekeringan atau krisis air sebanyak 5 kejadian," kata Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, Selasa (25/8). (BB/E-4)


















































