Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah saat menghadapi wakil Taiwan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Kamis (20/8/2026).(Dok. PBSI)
GANDA campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, menciptakan kejutan besar dalam debut mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pasangan non-unggulan ini sukses menumbangkan juara All England 2026 asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, untuk mengamankan tiket ke babak perempat final.
Bertanding di New Delhi, India, pada Kamis (20/8), Amri/Nita tampil dominan dan menyudahi perlawanan unggulan kesembilan tersebut melalui kemenangan dua gim langsung, 21-5 dan 21-18. Hasil ini sekaligus menjadi ajang balas dendam yang manis setelah sebelumnya mereka kalah dari lawan yang sama di Taiwan Open 2025.
Sejak awal laga, Amri/Nita langsung mengambil inisiatif serangan. Strategi untuk tidak memberikan kesempatan lawan mengembangkan permainan terbukti efektif. Nita mengungkapkan bahwa mereka sengaja menjaga tempo permainan tetap cepat agar Ye Hong Wei tidak mendapatkan ruang untuk melepaskan pukulan atas yang mematikan.
"Kami mencoba menekan sejak awal dan menghindari terlalu banyak mengangkat bola karena Ye memiliki pukulan atas yang kuat. Kami terus menjaga permainan dalam tempo cepat," ujar Nita dalam keterangan resmi PBSI.
Tekanan yang konsisten membuat pasangan Taiwan tersebut kesulitan keluar dari tekanan. Amri/Nita menutup gim pertama dengan skor telak 21-5, hanya memberikan lima poin bagi lawan.
Evaluasi Kehilangan Momentum
Memasuki gim kedua, situasi sempat berbalik. Meski Amri/Nita sempat unggul jauh, Ye/Nicole mulai menemukan ritme permainan mereka. Pasangan Taiwan tersebut bahkan sempat meraih 10 poin beruntun akibat perubahan variasi servis dari Nicole Gonzales Chan yang terlambat diantisipasi oleh wakil Indonesia.
Amri mengakui adanya penurunan fokus yang membuat lawan sempat bangkit. "Kami sempat kehilangan 10 poin berturut-turut dan itu harus dievaluasi. Mereka mengubah variasi servis dan mulai bermain lebih lepas, sedangkan kami terlambat mengantisipasinya sehingga kepercayaan diri mereka kembali tumbuh," jelas Amri.
Beruntung, Amri/Nita mampu kembali tenang di poin-poin kritis. Mereka berhasil memutus momentum lawan dan menutup gim kedua dengan skor 21-18, sekaligus memastikan tempat di babak delapan besar.
Modal Kepercayaan Diri
Kemenangan atas pasangan berstatus juara All England ini menjadi suntikan motivasi besar bagi Amri/Nita, mengingat ini adalah penampilan perdana mereka di ajang bergengsi Kejuaraan Dunia. Nita menyebut keberhasilan membalas kekalahan tahun lalu membuktikan bahwa kualitas mereka mampu bersaing di level elite.
"Tahun lalu kami kalah dari mereka, jadi kemenangan kali ini tentu menambah kepercayaan diri. Kami bisa membalas kekalahan dari pasangan dengan kualitas yang sudah terbukti sebagai juara All England," tambah Nita.
Kini, Amri/Nita bersiap menghadapi babak perempat final. Amri menegaskan akan segera berdiskusi dengan pelatih untuk membedah kekuatan calon lawan berikutnya. "Alhamdulillah kami bisa mencapai perempat final pada Kejuaraan Dunia pertama. Sekarang kami akan mempelajari kelebihan dan kekurangan calon lawan untuk menyiapkan strategi," pungkasnya. (Ant/I-1)













































