Kekeringan di Kalsel Meluas, Puluhan Desa Krisis Air Bersih

4 weeks ago 7
Kekeringan di Kalsel Meluas, Puluhan Desa Krisis Air Bersih Ilustrasi(Dok Istimewa)

Kemarau panjang yang melanda Provinsi Kalimantan Selatan kini menyebabkan bencana kekeringan meluas ke puluhan desa di sejumlah kabupaten. Selain memicu krisis air bersih bagi warga, kondisi ini mulai menghambat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengonfirmasi bahwa selain karhutla, pihaknya kini fokus menangani dampak kekeringan. "Beberapa daerah yang dilanda kekeringan cukup parah meliputi Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, dan Kotabaru," ujar Ronny, Minggu (23/8).

Dampak Terparah di Kabupaten Banjar

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel, kekeringan di Kabupaten Banjar telah melanda 43 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Aluh-aluh, Tata Makmur, Sungai Tabuk, Gambut, Martapura, Karang Intan, Astambul, Mataraman, Beruntung Baru, Martapura Barat, Martapura Timur, Sambung Makmur, dan Cinta Puri Darussalam.

Mengeringnya sumur dan sumber air permukaan memaksa pemerintah kabupaten setempat turun tangan. Hingga saat ini, Pemkab Banjar telah menyalurkan lebih dari 1,5 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem.

Krisis Air di Hulu Sungai Utara dan Kotabaru

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, di mana 41 desa di sembilan kecamatan terdampak. Perwakilan BPBD Hulu Sungai Utara, Syamrani, menjelaskan bahwa meski sebagian warga masih mengandalkan sumur, debit airnya terus menyusut drastis.

Empat desa di wilayah tersebut dilaporkan telah mengalami krisis air bersih total, yakni Desa Pinang Kara, Mawar Sari, Beringin, dan Sungai Kuini. Sementara itu, di Kabupaten Kotabaru, kekeringan juga dilaporkan melanda puluhan desa di berbagai kecamatan.

Intrusi Air Laut di Banjarmasin

Dampak kemarau juga dirasakan di wilayah perkotaan. Di Kota Banjarbaru, warga di beberapa kelurahan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Di Kota Banjarmasin, surutnya Sungai Martapura memicu terjadinya intrusi air laut.

Akibat fenomena tersebut, PDAM Bandarmasih telah menghentikan operasional intake Sungai Bilu sejak awal Agustus 2026. Langkah ini diambil karena air di anak Sungai Martapura tersebut sudah tercemar kadar garam yang tinggi akibat intrusi air laut selama musim kemarau.

Hambatan Pemadaman Karhutla
BPBD Kalsel mencatat bahwa semakin berkurangnya sumber air di lapangan berdampak langsung pada kelancaran operasi pemadaman karhutla. Petugas di lapangan kesulitan menemukan pasokan air untuk memadamkan api yang terus melanda sejumlah titik di Kalimantan Selatan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |