Kemenag Putuskan MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan

1 week ago 3
Kemenag Putuskan MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan Ilustrasi(Dok Kemenag)

Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengubah pola penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Mulai masa mendatang, ajang bergengsi ini akan digelar setiap tahun dan tidak lagi diselingi dengan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).

Keputusan strategis tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9). Perubahan ini menandai babak baru dalam syiar Al-Qur’an di Indonesia.

"Kami sampaikan kepada Bapak-Ibu sekalian bahwa setiap tahun kita akan melaksanakan MTQ atau Musabaqah Tilawatil Qur’an. Kita tidak mengadakan lagi STQ, Seleksi Tilawatil Qur’an," ujar Menag Nasaruddin Umar.

Efisiensi Sumber Daya dan Energi

Selama ini, MTQ Nasional dilaksanakan dua tahun sekali, sementara STQ digelar pada tahun di antara penyelenggaraan MTQ tersebut. Namun, pola lama ini dinilai kurang efisien karena beban kerja penyelenggaraan yang hampir serupa.

Menag menjelaskan bahwa penyelenggaraan STQ membutuhkan energi dan sumber daya yang tidak jauh berbeda dengan MTQ Nasional. Oleh karena itu, penggabungan fokus menjadi MTQ tahunan dianggap lebih efektif untuk memperkuat syiar Islam.

"Karena energi yang dikeluarkan panitia dan pemerintah, pihak penyelenggara, sama saja dengan energi yang dikeluarkan saat MTQ itu berlangsung. Karena itu, demi syiar, Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tetapi yang kita lakukan adalah MTQ," jelasnya lebih lanjut.

Memperpendek Antrean Tuan Rumah

Selain faktor efisiensi, pelaksanaan MTQ setiap tahun bertujuan memberikan kesempatan lebih besar bagi pemerintah daerah untuk menjadi tuan rumah. Saat ini, daftar tunggu provinsi yang ingin menyelenggarakan MTQ Nasional tergolong sangat panjang.

Jawa Tengah menjadi potret nyata panjangnya antrean tersebut. Provinsi ini baru kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2026, setelah terakhir kali menyelenggarakannya pada 1979, atau berselang sekitar 47 tahun.

Dengan peningkatan frekuensi menjadi setiap tahun, Kemenag berharap daerah-daerah lain tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk mendapatkan giliran sebagai penyelenggara. "Insya Allah, MTQ yang akan datang kita akan tentukan (tuan rumahnya), kita akan umumkan nanti pada pengumuman atau penutupan MTQ ini," pungkas Menag.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |