Upaya memadamkan karhutla di Gambut Kalimantan Selatan(MI/HO)
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU), melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, bergerak cepat mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Jalan Pemajatan KM 2, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya air dan menyiagakan sarana pendukung guna membantu pemadaman di lapangan.
Kebakaran yang terjadi di tengah musim kemarau ini dilaporkan telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 3 hektare. Sebagai bentuk respons, BWS Kalimantan III telah mengerahkan personel Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana serta berbagai peralatan pemadam portable untuk mencegah api meluas ke area pemukiman maupun lahan lainnya.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla sepanjang musim kemarau 2026. Fokus utama kementerian adalah memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan infrastruktur air berfungsi optimal.
“Kami memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Minggu (23/8).
Dukungan Personel dan Peralatan
Kepala BWS Kalimantan III Banjarmasin, Sandi Erryanto, menjelaskan bahwa dukungan ini disalurkan melalui Satgas Antisipasi dan Penanganan El Nino Provinsi Kalimantan Selatan. Tim di lapangan fokus pada upaya pemadaman serta pembasahan lahan agar titik api tidak kembali muncul.
Berikut adalah rincian dukungan sarana dan prasarana yang dikerahkan dalam penanganan karhutla di Kabupaten Banjar:
| Peralatan Utama | Pompa Alkon, Mobile Pump, dan Excavator |
| Distribusi Air | 3 Unit Mobil Tangki (milik BPBPK Kalsel) |
| Sumber Air Lapangan | Sungai, Saluran Irigasi, dan Embung sekitar lokasi |
| Personel | Satgas Penanggulangan Bencana BWS Kalimantan III |
Koordinasi Lintas Sektor
Dalam menjalankan tugasnya, Kementerian PU menempatkan diri sebagai unsur pendukung sesuai kewenangan pengelolaan sumber daya air. Penanganan utama di lokasi tetap dilakukan secara terpadu bersama BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, dan satuan tugas karhutla daerah lainnya.
Sandi menambahkan, efektivitas pemadaman sangat bergantung pada aksesibilitas sumber air. Oleh karena itu, pihaknya terus memetakan ketersediaan debit air pada saluran irigasi dan embung terdekat agar pasokan air bagi petugas pemadam tetap terjaga.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga berkomitmen mengoptimalkan peran infrastruktur jangka panjang untuk memitigasi dampak kemarau, termasuk melalui kesiapsiagaan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Kalimantan Selatan. (Z-1)


















































