Kementerian UMKM Jadikan Unhas Simpul Ekosistem Kewirausahaan, Kejar Rasio 3,6 Persen

5 days ago 3
Kementerian UMKM Jadikan Unhas Simpul Ekosistem Kewirausahaan, Kejar Rasio 3,6 Persen Menteri UMKM Maman Abdurrahman(Mi/Lina Herlina)

BURSA Wirausaha Unggulan (BWU) Sulawesi Selatan 2026 bukan sekadar seremoni. Digelar di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9). Ajang ini mempertemukan para calon wirausaha dan UMKM dengan 31 lembaga mitra, lima penyalur KUR, inkubator, perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, dan platform digital.

Salah satu agenda utamanya yakni akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM, pitching 8 wirausaha terpilih, serta penguatan ekosistem menuju target rasio kewirausahaan 3,6% pada 2029 dan 8% pada 2045.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan BWU bukan acara seremonial, melainkan rangkaian inkubasi, pendampingan, dan koneksi usaha. 

Mengusung semangat “Berani Memulai, Terus Bertumbuh, Siap Berdampak”, kegiatan ini mempertemukan wirausaha dan penguat UMKM dengan mitra strategis, lembaga inkubator, perguruan tinggi, perbankan, lembaga pembiayaan, perusahaan swasta, BUMN, platform digital, hingga mitra pasar. 

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kewirausahaan adalah pilihan strategis untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian.

“Kewirausahaan menjadi pilihan strategis untuk menciptakan solusi, menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian. Inilah makna tema ‘Berani Memulai, Terus Bertumbuh, Siap Berdampak’,” ujar Maman dalam arahannya. 

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri atau berhenti pada seremoni. Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan 3,6% pada 2029 dan 8% pada 2045.

Karena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional sebagai payung kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, komunitas, dan pemangku kepentingan lain. 

Maman juga menekankan pentingnya pemilik usaha tidak berjalan sendiri. Kementerian UMKM mengembangkan SAPA UMKM sebagai platform yang menghubungkan pengusaha dengan layanan legalitas, peningkatan kapasitas, pembiayaan, standardisasi, sertifikasi, teknologi, kemitraan, hingga pemasaran. 

"Legalitas membangun kepercayaan, pembukuan membuka akses pembiayaan, sertifikasi memperluas pasar, teknologi meningkatkan produktivitas, sementara kemitraan membantu UMKM memperbesar skala bisnis,” jelasnya.

Inkubasi dan Pembiayaan

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik melaporkan BWU Sulsel 2026 melibatkan sekitar 1.000 usaha mikro, kecil, menengah, calon pengusaha, dan pengusaha pemula. Kegiatan ini berkolaborasi dengan 7 kementerian/lembaga, 14 lembaga mitra, 5 perguruan tinggi, serta 30 lembaga inkubator yang melibatkan 200 tenant

“BWU bukan sekedar acara seremonial. Ini rangkaian upaya inkubasi dan pendampingan yang dilakukan secara sistematik,” kata Riza.

Dari lebih dari 600 peserta yang masuk kurasi, 414 dinyatakan lolos dan siap mengakses pembiayaan. Sebanyak 62% berada di sektor produksi, sisanya nonproduksi, dengan dominasi industri pengolahan, pertanian, peternakan, dan perikanan. 

Beberapa tenant menampilkan inovasi seperti Smart Aquaculture System, Sipun E-Commerce, EduTech Platform, hingga hilirisasi rumput laut, kemiri, sagu, dan pinang. Di lokasi, peserta dapat mengakses zona pembiayaan, zona kemitraan dan pasar, zona perizinan dan legalitas, serta zona inkubator dan tenant. Kegiatan juga dilengkapi matchmaking, inspirational talk, dan entrepreneur pitching session.

Sebanyak delapan wirausaha terpilih mempresentasikan model bisnis, produk, dan kebutuhan pengembangan usaha di hadapan mitra strategis, investor, lembaga pembiayaan, dan inkubator. 

KUR Rp221 Triliun dan Sulsel Rp12,53 Triliun

Salah satu agenda utama BWU Sulsel 2026 adalah akad massal KUR bagi UMKM melalui lima penyalur, yaitu BPD Sulselbar, Bank Mandiri, BRI, BSI, dan Pegadaian Syariah. 

Secara nasional, Maman menyampaikan realisasi KUR 2026 telah mencapai Rp221 triliun kepada 3,44 juta UMKM, dengan penyaluran ke sektor produksi 65,5% atau sekitar Rp145 triliun. Khusus Sulawesi Selatan, penyaluran KUR mencapai Rp12,53 triliun kepada 189 ribu UMKM, dengan porsi ke sektor produksi 73%. 

“Angka itu menunjukkan besarnya potensi dan kebutuhan pembiayaan bagi pemilik usaha di Sulawesi Selatan, sekaligus pentingnya memastikan pembiayaan diikuti pendampingan dan penguatan kapasitas usaha,” ujarnya.

Unhas dan Hilirisasi Riset

Penyelenggaraan BWU di Universitas Hasanuddin menegaskan peran perguruan tinggi dalam ekosistem kewirausahaan. Wakil Rektor V Unhas, Prof. Amir Ilyas, mengatakan kampus kini didorong tidak hanya menghasilkan lulusan dan publikasi, tetapi juga memastikan inovasi hasil penelitian dapat dikomersialkan. 

"Bukan lagi melahirkan inovasi, melainkan temuan-temuan yang hanya prototipe kemudian tidak dilanjutkan ke pasar,” katanya. 

Unhas tengah menyiapkan pengembangan Maritime Science Techno Park sebagai bagian dari ekosistem produk unggulan. Kolaborasi ini juga didukung sejumlah inkubator di Sulsel, seperti Direktorat Hilirisasi, Komersialisasi, dan Science Techno Park Unhas, Inkubator UMKM Kota Makassar, Inkubator Bisnis UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Kalla Institute, UMI, hingga Inbistek UNDIPA Makassar. 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang, menyebut Sulsel memiliki modal kewirausahaan besar. Data Dinas Koperasi dan UKM Sulsel 2025 mencatat sekitar 1.087.000 UMKM, dengan usaha mikro mencapai 99,3%. 

“Di balik angka tersebut terdapat jutaan manusia yang menggantungkan kehidupan dan pendapatannya pada kegiatan usaha,” ujarnya.

Pemprov Sulsel terus mendorong fasilitasi NIB, PIRT, merek, sertifikasi halal, bantuan peralatan, kemasan, sarana usaha produktif, pendampingan manajemen, kurasi produk, pelatihan digitalisasi, pelatihan vokasional, hingga pendampingan melalui PLUT. Sektor unggulan seperti pangan, kopi, rempah, dan perikanan dinilai punya pasar kuat di dalam dan luar negeri. (LN/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |