Kendalikan Inflasi Cabai, Pemprov Sumbar Minta Petani Terapkan Smart Farming

4 weeks ago 6
Kendalikan Inflasi Cabai, Pemprov Sumbar Minta Petani Terapkan Smart Farming Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah (kiri) bersama Bupati Agam Benny Warlis (kanan) saat menghadiri panen melon di Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam .(MI/Yose Hendra-HO)

GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendorong transformasi sektor pertanian daerah melalui penerapan teknologi smart farming

Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengendalikan laju inflasi.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri panen melon sekaligus meresmikan screenhouse cabai modern Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis di Jorong Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Mahyeldi mengapresiasi inovasi kelompok tani yang mengembangkan hortikultura berbasis greenhouse dan screenhouse. Menurutnya, penerapan teknologi memungkinkan pola produksi pangan menjadi lebih terukur dan efisien tanpa bergantung pada dinamika cuaca.

“Dengan adanya greenhouse, petani tidak perlu lagi bersusah payah. Hujan maupun panas, kita tetap bisa panen. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita mengendalikan inflasi, khususnya harga cabai,” ujarnya, seperti dikutip, Minggu (23/8).

Ia menambahkan, kesinambungan produksi cabai sangat krusial di tengah ancaman perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi yang kerap mengganggu rantai pasok.

“Dengan keberadaan greenhouse ini, kita harapkan panen tidak mengenal waktu sehingga harga cabai di Sumbar lebih terkendali,” ucapnya.

Ke depan, Mahyeldi menegaskan sektor pertanian Sumbar harus bergerak modern dan atraktif agar diminati generasi muda.

“Pertanian yang kita hadirkan ke depan adalah smart farming. Pertanian yang cerdas, membutuhkan teknologi, bersih, dan menghasilkan produk yang sehat serta berkualitas,” ungkapnya.

Fasilitas screenhouse ini diharapkan menjadi percontohan yang siap direplikasi di berbagai wilayah Sumbar untuk menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.

“Semoga ini menjadi kesuksesan kita dalam menghadirkan kolaborasi dan sinergi untuk memajukan pertanian, menjawab permasalahan inflasi, khususnya cabai dan komoditas lainnya, serta mendorong generasi milenial untuk bertani di Sumatera Barat,” katanya.

DORONG HILIRISASI DAN PEMASARAN
Tak hanya berfokus pada sisi produksi, Mahyeldi menekankan pentingnya penguatan hilirisasi dan tata kelola pemasaran agar produk memiliki nilai tambah, termasuk mengatasi kendala komoditas hasil sortiran.

“Kita akan dorong hilirisasi dan pemasaran. Kebetulan saya bertemu dengan alumnus SMK 1 Bukittinggi yang merupakan seorang pengusaha. Insyaallah ini bisa kita sinergikan untuk membantu pemasaran produk petani,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, Bupati Agam Benny Warlis mengapresiasi dukungan Pemprov Sumbar. Ia optimistis kehadiran fasilitas modern ini dapat memicu motivasi petani muda di wilayahnya.

“Apa yang kita lihat hari ini nyata di lapangan, bukan hanya seremonial. Ini fakta yang bisa kita saksikan dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk bergerak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis, Rizki Hamdi, berharap adanya pendampingan pascapanen secara berkelanjutan.

“Kendala kami saat ini adalah hasil pascapanen, terutama buah atau produk yang masuk kategori sortiran. Baik cabai, melon maupun hortikultura lainnya, sebagian hasil tersebut masih sulit kami pasarkan,” tandasnya. (YH/P-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |