Kerap Gunakan Transportasi Laut, Sopir Jatim Desak Evaluasi imbas Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

5 days ago 5
Kerap Gunakan Transportasi Laut, Sopir Jatim Desak Evaluasi imbas Tenggelamnya KM Virgo Transport 8 Kapal Virgo Transport 8 telah terbalik dan tenggelam di Laut Jawa.(Dok Basarnas)

PARA sopir yang bergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) meminta seluruh pengusaha pelayaran untuk mengevaluasi total kapal-kapal yang melayani antarpulau, pascatenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Koordinator GSJT Supriyono yang ditemui wartawan di Dermaga Gapura Surya Nusantara (GSN), Selasa (15/9) mengatakan evaluasi dianggap perlu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang termasuk para sopir. 

“Sopir sering keluar pulau membawa barang bawaannya dengan truk, jadi merasa perlu agar mereka aman selama dalam perjalanan. Satu-satunya cara yang evaluasi,” katanya. 

Supriyono menilai tragedi kapal kali ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa dan harus ada pembenahan dari pengusaha pelayaran. 

“Ini yang harus jadi evaluasi bersama, apalagi dengan pengusaha kapal. Dalam tiga bulan terakhir sudah berulang kali kejadian seperti ini, yang lagi-lagi kami sebagai supir logistik menjadi korban,” katanya. 

Menurut Supriyono, kerugian yang dialami sopir bukan hanya kehilangan kendaraan serta muatan, melainkan juga mempertaruhkan nyawa demi menjalankan pekerjaan.

“Karena tidak hanya materi yang kami korbankan, tapi juga ketika kami harus mengorbankan nyawa hanya untuk melakukan pengiriman di beberapa tempat yang hari ini jadi ladang mereka untuk berusaha,” ujarnya. 

GSJT mencatat ada 11 sopir dan kernet asal Jatim yang belum ditemukan dalam insiden KMP Virgo 8. Data tersebut dihimpun dari 92 komunitas sopir dan telah dicocokkan dengan manifes penumpang kapal.

“Kami ada 11 orang sesuai data yang kami terima dari 92 komunitas di Jawa Timur, dan itu sudah kami cek sesuai data manifes mereka terlibat di kapal Virgo,” kata Supriyono. 

Ia mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk memastikan perkembangan pencarian. GSJT juga berkomunikasi intens dengan rekan-rekan sopir di Banjarmasin yang turut membantu memantau kondisi korban. 

Terkait langkah ke depan, GSJT meminta evaluasi tidak hanya menyasar operator kapal, tapi juga pengawasan terhadap armada penyeberangan. 

"Perbaiki fasilitasnya, perbaiki armadanya. Jangan hanya diambil keuntungannya saja, karena kami sebagai pengguna ini merasa dirugikan,” tegasnya. 

Supriyono berharap pengawasan terhadap kondisi kapal, proses docking berkala sampai tanggung jawab nakhoda diperketat.(FL/E-4) 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |