Foto udara revitalisasi Stasiun Bekasi di Jawa Barat, Selasa (20/4/2021). Revitalisasi Stasiun Bekasi termasuk dalam bagian proyek pembangunan rel dwi ganda atau Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno meminta pemisahan jalur operasional kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL harus menjadi prioritas. Djoko menyebut KRL dan kereta antarkota memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental.
“Proyek double-double track (DDT) baru Manggarai sampai Bekasi. Bekasi-Cikarang belum. Belum dianggarkan, duitnya dari mana,” ujar Djoko saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Djoko menyampaikan penyelesaian proyek jalur rel dwiganda Bekasi-Cikarang tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan. Dalam jangka menengah, kata dia, konsep ini perlu diperluas seiring dengan pengembangan layanan KRL ke wilayah yang lebih jauh.
“Selama pemisahan belum sepenuhnya terwujud, pengaturan kecepatan dan jarak antarkereta harus memberikan margin keselamatan yang memadai. Konsekuensinya, kapasitas rel akan berkurang dan jadwal perjalanan kereta api perlu direvisi,” kata Djoko.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengaku bakal melakukan evaluasi pascainsiden kereta di Stasiun Bekasi Timur. Dudy menyebut salah satu yang menjadi perhatian ialah pembangunan jalur rel dwiganda atau double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang.
“Oh iya tentunya, sebagai bagian dari evaluasi kami, DDT itu, termasuk juga mengenai elektrifikasi, sudah merupakan bagian dari evaluasi kami terhadap layanan kereta api, khususnya KRL,” ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

4 hours ago
2
















































