REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim Thomas Indonesia mengalami kegagalan paling kelam sepanjang sejarah keikutsertaannya. Kekalahan telak 1-4 dari Prancis pada laga pamungkas Grup D Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, memastikan Jonatan Christie dan kawan-kawan tersingkir di fase grup. Ini sebuah catatan buruk yang belum pernah terjadi sejak debut Indonesia pada 1958.
Pengamat olahraga Indonesia Mohamad Kusnaeni menilai kegagalan ini sebagai sebuah tragedi besar dalam dunia bulutangkis nasional. “Ini pertama kalinya Indonesia gagal lolos dari fase grup. Padahal kita adalah pemegang 14 gelar juara dan dalam tiga edisi terakhir selalu mencapai final,” ujar Bung Kus, sapaannya, saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, kegagalan ini terasa semakin ironis karena Indonesia datang ke Denmark dengan komposisi pemain terbaik. Hampir seluruh kekuatan utama, baik di sektor tunggal maupun ganda, diturunkan dalam turnamen beregu paling prestisius tersebut. Indonesia juga berstatus unggulan kedua setelah China.
Dari sisi strategi, Bung Kus melihat tidak ada kekeliruan berarti dalam penyusunan pemain. Kombinasi ganda yang diturunkan juga dinilai wajar dan tidak mengejutkan. Namun, masalah utama justru terletak pada performa individu para pemain yang gagal tampil optimal.
“Para pemain kita tidak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ini sudah terlihat sejak menang tipis 3-2 atas Thailand,” katanya.
Ia menyoroti kekalahan Alwi Farhan dari Teeraratsakul yang secara peringkat berada di bawahnya sebagai sinyal awal menurunnya performa tim. Selain itu, penampilan Jonatan Christie sebagai tunggal pertama juga dinilai kurang meyakinkan setelah takluk dari Kunlavut hingga Christo Popov.
Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kekuatan bulu tangkis dunia kini semakin merata. Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai kekuatan dominan, dinilai tidak lagi berada di posisi superior.
“Kekalahan 1-4 dari Prancis dan hanya menang tipis atas Thailand menjadi bukti. Padahal kita belum menghadapi negara kuat seperti China, Korea Selatan, atau Denmark,” ujarnya.

4 hours ago
2
















































